Segmen smartphone gaming kelas menengah sebentar lagi punya penantang baru. OnePlus resmi mengonfirmasi kehadiran Turbo 6X dan Turbo 6X Pro, dua perangkat yang dijadwalkan meluncur di pasar Tiongkok pada 18 Juni 2026 dengan banderol sekitar RMB1.500 atau setara Rp3,3 jutaan.
Senjata utama keduanya ada di sektor layar. Panel LCD 6,72 inci dengan refresh rate 144Hz jadi fitur paling ditonjolkan. Bukan angka sembarangan, tunggu, justru ini yang perlu dicermati: refresh rate setinggi itu selama ini hampir selalu jadi hak prerogatif perangkat flagship. OnePlus mendorongnya ke kelas yang jauh lebih terjangkau, langkah yang agaknya ditujukan spesifik untuk menjangkau gamer muda yang anggaran belanjanya tidak selalu elastis.
Bagi penggemar game kompetitif seperti MOBA atau battle royale, perbedaan 90Hz versus 144Hz memang terasa nyata di tangan. Animasi lebih halus, respons sentuh terasa lebih presisi, frame drop yang kerap mengganggu di momen krusial jadi berkurang. Selama ini, itu kemewahan yang harus dibayar mahal.
7.000 mAh. Angka yang tidak main-main untuk kelas harganya. Turbo 6X dibekali kapasitas segitu, sementara varian Pro naik ke 8.000 mAh. Sebagai pembanding, kebanyakan smartphone mid-range saat ini masih bermain di kisaran 5.000 hingga 6.000 mAh. Kalau data pabrikan bisa dipercaya, sesi gaming Mobile Legends atau PUBG selama 5 hingga 8 jam bukan klaim yang berlebihan.
Dari sisi performa, OnePlus menggandeng MediaTek. Turbo 6X mengandalkan Dimensity 7300, sedangkan varian Pro naik kelas ke Dimensity 7400. Konfigurasi memori belum diumumkan final, tapi opsi yang kemungkinan tersedia berkisar dari 8GB/128GB hingga 12GB/256GB. Cukup untuk multitasking sambil menjalankan game berat tanpa banyak keluhan.
Detail spesifikasi lengkap memang belum semuanya terbuka, termasuk soal dukungan fast charging dan resolusi layar pastinya. Pertanyaannya, seberapa kompetitif angka-angka itu setelah perangkat ini benar-benar ada di tangan konsumen?
Untuk pasar Indonesia, nasib Turbo 6X masih belum jelas. Kalau pun masuk, harganya bisa bergerak dari estimasi Rp3,3 juta, tergantung kurs, pajak, dan skema distribusi resmi. Tapi kalau OnePlus memang serius mau bersaing di kelas ini, angka segitu sudah cukup agresif untuk bikin Xiaomi, Realme, dan POCO sedikit tidak nyaman.