RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Oppo A7 Pro Meluncur 11 September, Bawa Baterai 8....

Tekno

Oppo A7 Pro Meluncur 11 September, Bawa Baterai 8.000mAh dan IP69K

Oppo resmi umumkan peluncuran A7 Pro di China pada 11 September dengan baterai 8.000mAh, layar OLED 120Hz, sertifikasi IP69K, dan ColorOS 16 yang dilengkapi fitur antipenipuan berbasis AI.

Boox Picco e-reader layar 3,97 inci dengan tombol fisik dan layar sentuh

Oppo menetapkan 11 September sebagai tanggal peluncuran resmi A7 Pro di China, dan perangkat ini sudah bisa dipesan sebelum hari-H, kabar yang langsung bikin pasar gadget kelas menengah sedikit lebih hangat dari biasanya.

Satu angka langsung mencuri perhatian: baterai 8.000mAh. Di kelas ini, kapasitas segitu bukan sekadar klaim marketing, tapi posisi yang cukup berani. Kebanyakan rival masih bermain di rentang 5.000 hingga 6.000mAh, sementara Oppo melompati angka itu dengan jarak yang lumayan. Soal kecepatan pengisian, belum ada penjelasan resmi. Agaknya memang sengaja ditahan sampai peluncuran.

Yang beda bukan cuma soal baterai. Oppo membekali A7 Pro dengan sertifikasi IP69K, bukan IP68 yang selama ini jadi patokan umum ponsel tahan air. IP69K berarti perangkat ini dirancang tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan suhu ekstrem, standar yang lazim dipakai di peralatan industri. Untuk segmen menengah, ini langkah yang cukup berani dan bisa jadi pembeda nyata.

Layar OLED dengan refresh rate 120Hz turut dikonfirmasi, lengkap dengan punch-hole untuk kamera depan. Panel OLED di segmen ini sudah bukan barang ajaib, tapi kombinasinya dengan 120Hz tetap relevan bagi pengguna yang sensitif terhadap kelancaran scrolling dan animasi. Di bagian belakang, Oppo memakai modul kamera berbentuk pil horizontal dengan satu lensa utama dan LED flash, plus panel bercorak bergelombang yang membedakan tampilan A7 Pro dari desain generik kelas menengah.

Soal memori, tersedia dua konfigurasi: 6GB RAM dengan penyimpanan 256GB, dan 8GB RAM dengan kapasitas internal yang sama. Pilihan antarvarian, dengan begitu, murni soal kebutuhan multitasking. Tiga opsi warna disiapkan: Riding the Waves (putih), Every Step Blossoms (merah muda), dan Desert Brown.

ColorOS 16 hadir dari kotak. Bukan sekadar pembaruan antarmuka, karena Oppo menyisipkan serangkaian fitur perlindungan berbasis kecerdasan buatan: peringatan panggilan penipuan, deteksi pertukaran wajah secara real-time, dan pengenalan pola penipuan lintas aplikasi. Fitur-fitur ini bisa jadi relevan di pasar seperti Indonesia, di mana kasus penipuan berbasis panggilan dan rekayasa wajah digital terus meningkat. Entah kebetulan atau tidak, kemunculan fitur ini bersamaan dengan tren yang sedang meledak.

Perangkat ini meluncur kurang dari sebulan setelah Oppo A7 Pro Max debut. Agresif, memang. Harga resmi belum diumumkan, tapi beredar estimasi di bawah 2.000 yuan, atau sekitar Rp4,5 jutaan jika mengacu kurs saat ini. Apakah angka itu berlaku untuk pasar Indonesia pun masih tanda tanya.

Penjualan di China dimulai pukul 10.00 waktu setempat pada 11 September. Detail yang masih belum terkonfirmasi, termasuk chipset dan kecepatan pengisian, kemungkinan baru diungkap mendekati atau tepat di hari peluncuran.