Rp92,79 miliar. Itu nilai transaksi yang berputar di saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) hanya dalam satu sesi, Jumat (10/4/2026), ketika emiten properti afiliasi Agung Sedayu dan Salim Group ini ditutup melesat 8,81% ke Rp8.650 per lembar. Lebih dari 10,72 juta saham berpindah tangan lewat 8.234 kali transaksi.
Sepanjang pekan itu, PANI membukukan kenaikan 13,07%. Bukan angka yang lahir dari tren mulus. Sebagian besar sesi justru diwarnai koreksi, dan penguatan terkonsentrasi di dua sesi saja. Tapi grafik mingguan tetap terlihat impresif.
Investor asing ikut masuk. Net buy asing tercatat Rp13,82 miliar selama sepekan, sinyal yang agaknya cukup untuk menarik perhatian para trader teknikal.
Maybank Sekuritas, dalam riset yang dirilis 9 April 2026, mencatat PANI bangkit dari support jangka pendeknya di Rp7.475. Volume perdagangan relatif besar. Sehari sebelumnya, 8 April, saham ini sudah lebih dulu terkerek 7,64%. Maybank melihat kenaikan lanjutan bakal menguji resistance Rp8.275, dan kalau level itu jebol, terbuka potensi pembentukan pola triple bottom di Rp9.175. Stoploss disarankan di bawah Rp7.450.
MNC Sekuritas satu suara. Dalam ulasannya pada Kamis (9/4/2026), mereka menetapkan target harga pertama di Rp8.825 dan target kedua di Rp9.350, dengan stoploss di bawah Rp6.975.
Dua sekuritas, dua rekomendasi beli, angka target yang berdekatan. Pertanyaannya: ini breakout sungguhan, atau cuma dead cat bounce setelah tekanan beberapa pekan terakhir?
Dari sisi fundamental, PANI dikendalikan PT Multi Artha Pratama yang dipegang Agung Sedayu dan Salim Group dengan kepemilikan mayoritas 84,09%. Manajemen menargetkan marketing sales Rp4,3 triliun tahun ini, relatif datar dibanding realisasi 2025. Angka konservatif, kalau mau sopan.
Tapi anak usahanya bercerita lain. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membidik Rp563 miliar, naik 31% secara tahunan. Target induk yang stabil dikombinasikan anak usaha yang tumbuh agresif, setidaknya cukup untuk menjaga narasi pertumbuhan tetap hidup di hadapan investor.