RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Pasar Otomotif Mei 2026: Tumbuh Tahunan, Tapi BEV...

Bisnis

Pasar Otomotif Mei 2026: Tumbuh Tahunan, Tapi BEV Tersandung Insentif

Wholesales mobil nasional Mei 2026 naik 14% secara tahunan ke 69.219 unit, namun terkoreksi 14,3% secara bulanan. Penjualan BEV jadi yang terendah sepanjang 2026 seiring penundaan insentif kendaraan listrik.

GridOto.com - Situs otomotif ternama indonesia

Angka 69.219 unit mungkin terdengar solid, tapi pelaku pasar otomotif tahu konteksnya lebih rumit dari itu.

Itulah realisasi wholesales mobil nasional sepanjang Mei 2026 berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Secara tahunan, angka itu naik 14% dari 60.697 unit di Mei 2025. Penjualan ritel pun tumbuh lebih kencang, 16,8%, dari 61.546 unit menjadi 71.890 unit. Pertumbuhan yang sehat, di atas kertas.

Bandingkan dengan April 2026 yang mencetak 80.779 unit, dan langsung terlihat koreksi 14,3% secara bulanan. Penjualan ritel ikut tergerus 5,1% dari bulan sebelumnya. Dua penyebabnya sudah familiar: pelemahan rupiah terhadap dolar AS, dan kepastian insentif kendaraan listrik yang masih buram.

Paling keras pukulannya terasa di segmen BEV. Wholesales mobil listrik Mei hanya menyentuh 9.290 unit, anjlok 37,34% dari April yang masih di angka 14.825 unit. Rekor terendah sepanjang 2026. Ketua I GAIKINDO Jongkie Sugiarto mengakui penundaan insentif jadi salah satu pemicunya. "Iya kan soal insentif yang ditunda, melemahnya rupiah, dan lain-lain," kata Jongkie kepada detikoto. Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya memastikan insentif EV digeser lagi satu bulan, setelah sempat dijanjikan berlaku Juni 2026. Wajar kalau calon pembeli memilih wait and see.

Gambar besarnya, untungnya, belum suram. Kumulatif Januari-Mei 2026, penjualan BEV sudah menorehkan 57.087 unit, naik 80% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasarnya 15,9% dari total penjualan nasional. Tren strukturalnya masih ke atas, hanya volatile karena kebijakan yang terus dioper-oper.

Di papan atas daftar model terlaris, Kijang Innova belum tersentuh. Gabungan varian Reborn dan Zenix mendistribusikan 6.658 unit di Mei 2026, jauh meninggalkan Suzuki Carry pick-up di posisi dua dengan 3.793 unit dan Daihatsu Gran Max pick-up di posisi tiga sebanyak 3.565 unit. Toyota Avanza di urutan empat dengan 3.486 unit. Yang mengejutkan: Jaecoo J5 masuk posisi lima dengan 2.943 unit, sekaligus merebut gelar mobil listrik terlaris bulan ini. BYD, yang sempat agresif di awal tahun, tidak masuk 20 besar.

Dari sisi korporasi, PT Astra International Tbk (ASII) tetap nyaman di kursi teratas. Sepanjang Januari-Mei 2026, merek-merek di bawah payung Astra, dari Toyota, Lexus, Daihatsu, Isuzu, hingga UD Trucks, membukukan 182.136 unit wholesales, naik 5,73% dari periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasar nasional berkisar 50,73% hingga 51%, tergantung sumber mana yang dipakai. Khusus Mei, Astra mendistribusikan 38.768 unit, naik 12,4% secara tahunan.

Di segmen LCGC, dominasinya bahkan lebih telak. Dari total pasar LCGC nasional sebesar 46.055 unit kumulatif Januari-Mei, Astra menguasai 35.211 unit atau 76% pangsa pasar. Khusus Mei, pangsa itu naik ke 83%. Satu segmen yang agaknya jadi benteng paling konsisten buat Astra.

"Di tengah berbagai dinamika yang ada, Astra senantiasa berupaya menghadirkan pilihan produk dan layanan yang relevan bagi pelanggan melalui berbagai merek, segmen kendaraan, serta teknologi yang tersedia," ujar Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo dalam keterangan tertulis.

Di luar grup Astra, Mitsubishi tetap jadi rival non-Astra terkuat dengan 41.904 unit kumulatif. BYD dan Denza, meski absen dari 20 besar bulanan, secara gabungan sudah menorehkan 20.352 unit sepanjang lima bulan pertama 2026. Angka yang patut dicermati, terutama kalau insentif EV akhirnya resmi diketuk palu.

GAIKINDO masih mematok target 850.000 unit untuk tahun ini, naik 5,4% dari realisasi 2025. Dengan 359.015 unit terjual di lima bulan pertama, sekitar 42% target sudah terlampaui. Cukup on track, selama rupiah tidak kebablasan melemah dan kepastian insentif listrik tidak terus ditunda-tunda.