RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Pasar Tablet 2026 Makin Sengit: Dari Rp1,9 Juta hi...

Tekno

Pasar Tablet 2026 Makin Sengit: Dari Rp1,9 Juta hingga Rp14,9 Juta

Pilihan tablet di pertengahan 2026 makin memikat, baik untuk pelajar maupun profesional. Dari Xiaomi Redmi Pad SE di bawah Rp2 jutaan hingga Huawei MatePad Pro seharga Rp14,9 jutaan, persaingan spesifikasi di setiap segmen harga semakin ketat.

The 3 Best Android Tablets 2026 | Reviews by Wirecutter

Rp1,9 juta untuk tablet berlayar 11 inci Full HD dengan baterai besar. Angka itu bukan promosi palsu, tapi kenyataan pasar tablet pertengahan 2026 yang sudah tidak main-main.

Segmen entry-level kini bukan lagi zona tablet asal jalan. Xiaomi Redmi Pad SE bisa dibawa pulang di kisaran Rp1,9 jutaan dengan layar 11 inci Full HD+ dan baterai yang cukup awet untuk seharian penuh. Tidak jauh di atasnya, Tecno Megapad 11 mematok Rp2,4 jutaan tapi sudah membawa chipset MediaTek Helio G99, RAM 8 GB, baterai 8.000 mAh, dan refresh rate 90 Hz. Untuk kelas harga ini, spesifikasi itu agaknya sulit ditolak.

Samsung Galaxy Tab A9 masuk di kisaran Rp2,1 jutaan, menawarkan RAM 4 GB dengan dukungan fitur multi-window yang lumayan membantu pelajar yang terbiasa membuka beberapa aplikasi sekaligus. Di titik harga ini pilihan memang melimpah, dan justru itulah yang bikin calon pembeli sering bingung menentukan prioritas.

Tablet lokal juga layak masuk radar. Advan Tab Sketsa 3 datang dengan bundel yang cukup menggiurkan: keyboard dan stylus pen sudah termasuk dalam paket, RAM 6 GB, baterai 6.000 mAh, dengan harga yang masih bersahabat untuk kantong pelajar. Bukan spesifikasi yang akan bikin bengong, tapi paket lengkap dalam satu kotak itu nilainya nyata.

Naik ke segmen menengah, persaingan makin panas. Honor Pad 9 di Rp4,7 jutaan membawa layar TFT IPS 12,1 inci resolusi 2.560 x 1.600 piksel dengan refresh rate 120 Hz, delapan speaker stereo, dan RAM Turbo hingga 16 GB (kombinasi fisik dan virtual). Sertifikasi TÜV Rheinland pada layarnya bukan sekadar stiker, dan memang terasa bedanya saat dipakai berjam-jam. Lenovo Tab M10 Plus generasi ketiga tampil sebagai rival seimbang di kisaran harga serupa, dengan bodi tipis 7,45 mm, layar 2K bersertifikasi Low Blue Light, dan kompatibilitas Lenovo Precision Pen 2 bagi yang suka mencatat atau menggambar.

Xiaomi bermain agresif di dua titik sekaligus. Pad 7 di Rp5,4 jutaan membawa layar 11,2 inci resolusi 3,2K dengan refresh rate adaptif 144 Hz dan Snapdragon 7+ Gen 3. Baterainya 8.850 mAh, diklaim tahan memutar video hingga 20 jam. Pad 7 Pro di Rp7,4 jutaan melompat ke Snapdragon 8s Gen 3 dengan RAM 12 GB dan penyimpanan UFS 4.0 hingga 512 GB, layar diperlebar ke 12,4 inci. Bagi pengguna yang banyak multitasking berat atau sekadar editing ringan, gap antara keduanya cukup terasa.

Satu lagi dari Xiaomi. Pad 6S Pro masuk di Rp7,8 jutaan dengan satu keunggulan yang susah diabaikan: pengisian 120W HyperCharge. Baterai 10.000 mAh yang bisa diisi penuh dalam hitungan puluhan menit, bak pedang bermata dua buat pengguna dengan mobilitas tinggi, karena kamu tidak perlu khawatir soal sisa daya tapi juga tidak perlu nongkrong lama di colokan.

Di atas Rp8 jutaan, OnePlus Pad 2 menawarkan Snapdragon 8 Gen 3 dengan layar 3.000 x 2.120 piksel dan baterai 9.510 mAh. Bukan angka kecil, dan harganya pun mulai dari Rp8,9 jutaan. Microsoft Surface Pro 12 masuk dari Rp13 jutaan sebagai perangkat 2-in-1 dengan Snapdragon X Plus, cocok bagi yang betul-betul membutuhkan fungsionalitas laptop dalam form factor tablet.

Puncak daftar ditempati Huawei MatePad Pro 13.2-inch di Rp14,9 jutaan. Layar OLED PaperMatte 13,2 inci dengan resolusi 2.880 x 1.920 piksel, refresh rate 144 Hz, baterai 10.100 mAh dengan SuperCharge 100W, dan HarmonyOS 4.3 yang membawa fitur produktivitas seperti One-touch Split-screen dan Note Replay. Chipset-nya Kirin T92, bukan Snapdragon, yang berarti ekosistemnya berbeda dari mayoritas tablet Android di daftar ini. Kelas premium ini memang segmen berbeda, tapi bagi profesional yang memakai tablet sebagai perangkat kerja utama, angkanya bisa dibenarkan.

Satu hal yang kini jadi semacam konsensus tak tertulis di pasar: RAM minimal 4 GB dan baterai 7.000 mAh adalah ambang bawah yang wajar untuk 2026. Membeli tablet di bawah standar itu untuk pemakaian serius, entah belajar, kerja, atau hiburan maraton, bisa jadi keputusan yang disesali dalam enam bulan pertama. Pasar sudah naik kelas. Standar pembeli seharusnya juga.