RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Peringkat IQ Dunia 2025: Somalia Paling Bawah, Ind...

Internasional

Peringkat IQ Dunia 2025: Somalia Paling Bawah, Indonesia Tak Jauh di Atasnya

Data International IQ Test 2025 dari 1,35 juta peserta menempatkan Somalia sebagai negara dengan rata-rata IQ terendah di dunia. Indonesia ada di posisi ke-12 dari bawah dengan skor 89,96.

Ever wondered how IQ scores stack up across the globe? 🌍🧠 Check out this fascinating map breaking down the average intelligence quotients worldwide! From South Korea to Somalia, the data reveals a

Somalia mencatatkan rata-rata skor IQ terendah di dunia versi International IQ Test (IIT) 2025, yakni 83,84. Data ini dikumpulkan dari 1.352.763 peserta tes di berbagai penjuru dunia, angka yang cukup besar untuk dianggap serius, kalau data ini memang bisa dipercaya sebagai representasi luas. Kondisi Somalia bukan rahasia: konflik bersenjata yang tak kunjung padam, kemiskinan yang mengakar, dan akses pendidikan yang menurut UNESCO terhambat oleh faktor biaya, keamanan, hingga minimnya tenaga pengajar.

Sepuluh besar negara dengan rata-rata IQ terendah didominasi Afrika Sub-Sahara dan beberapa negara berkembang lain. Timor-Leste ada di posisi kedua dengan skor 86,70, disusul Rwanda (86,90), Nikaragua (87,85), Angola (87,98), Gabon (88,35), Uganda (88,49), Republik Demokratik Kongo (88,60), Afghanistan (89,31), dan Tanzania di urutan kesepuluh dengan 89,57. Rentang antar negara tipis. Tapi konteks di baliknya jauh berbeda.

Gabon, misalnya, termasuk salah satu produsen minyak terbesar di Afrika. Kekayaan alam yang melimpah agaknya belum cukup mengangkat sepertiga penduduknya dari garis kemiskinan, apalagi mendorong investasi serius di sektor pendidikan. Ibarat pedang bermata dua: sumber daya ada, distribusinya jalan di tempat. Uganda sedikit lain ceritanya. Tingkat literasi memang terus meningkat menurut data sensus terbaru, tapi sekitar seperempat penduduk dewasa masih belum bisa baca-tulis secara memadai.

Lalu bagaimana posisi Indonesia? Peringkat ke-12 dari bawah, dengan rata-rata IQ 89,96. Tidak masuk 10 terbawah. Tapi jarak dari Tanzania di posisi kesepuluh hanya 0,39 poin. Bukan selisih yang bisa bikin tenang.

Ada perbedaan cukup mencolok antara data IIT 2025 dan riset Lynn/Becker 2019. Dalam data Lynn/Becker, Indonesia menempati peringkat ke-69 dunia dengan rata-rata skor 78,49, jauh lebih rendah dari angka versi IIT. Perbedaan ini bukan anomali, melainkan konsekuensi dari metode pengumpulan data, jumlah responden, dan pendekatan riset yang memang tidak sama antara dua lembaga tersebut.

Di kutub sebaliknya, Hong Kong memimpin daftar negara dengan rata-rata IQ tertinggi versi IIT 2025, skor 107,73. Di belakangnya: Korea Selatan (106,97), China (106,58), Makau (106,32), dan Jepang (106,30). Taiwan, Iran, Australia, Rusia, serta Singapura melengkapi sepuluh besar. Negara-negara ini dikenal berinvestasi besar dalam riset, sains, dan pengembangan sumber daya manusia.

Para ahli psikologi dan pendidikan konsisten mengingatkan hal yang sama: skor IQ nasional bukan ukuran mutlak kecerdasan suatu bangsa. Gizi, kesehatan, kondisi sosial-ekonomi, kualitas pengajaran, hingga karakteristik responden yang ikut tes, semuanya membentuk angka akhir. Pertanyaan yang lebih relevan mungkin bukan berapa skor IQ kita, tapi seberapa serius investasi pendidikan kita dibanding negara-negara yang ada di atas.