Rp34.999.000 untuk laptop gaming yang lebih tipis dari sebagian besar ultrabook kelas menengah. Itu proposisi yang Acer tawarkan lewat Predator Helios Neo 16S AI (PHN16S-I51), yang resmi masuk Indonesia dan dijadwalkan tersedia mulai 1 Mei 2026.
Dapur pacunya bukan main. Intel Core Ultra Series 3 dipasangkan dengan GPU NVIDIA GeForce RTX 5060 berkonfigurasi 115 W, bukan versi yang dicekik TDP rendah demi menjaga bodi tipis, tapi full-power. Untuk gaming AAA, kombinasi ini seharusnya lebih dari cukup untuk frame rate stabil tanpa throttling yang mengganggu.
Yang membuat perangkat ini berbeda dari laptop gaming biasa adalah soal AI. Kemampuan Neural Processing Unit di atas 50 TOPS bukan angka kosong di lembar spesifikasi. Dalam praktik, ini terasa pada pipeline editing berbasis AI yang jadi lebih responsif, pemrosesan gambar yang lebih cepat, dan multitasking yang tidak ngos-ngosan ketika beberapa aplikasi berat dijalankan bersamaan.
Layarnya? Acer tidak setengah-setengah. Panel OLED bersertifikasi Calman Verified menjawab kebutuhan kreator yang serius soal color grading. Refresh rate 165 Hz dengan dukungan G-SYNC memastikan pengalaman gaming tetap mulus. Jarang ada laptop yang bisa melayani dua kebutuhan ini sekaligus tanpa salah satu dikorbankan.
Matius John Tirtawirya, Product Manager Acer Indonesia, menegaskan bahwa fokus pengembangan bukan semata mengejar angka spesifikasi. Acer ingin proses editing video lebih cepat, multitasking lebih lancar, serta memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang sering bekerja berpindah-pindah tempat. Agenda mobilitas itu juga tercermin dari baterai 92 Wh yang agaknya bisa bertahan lebih lama dari rata-rata laptop gaming sekelas.
Sistem pendingin jadi pertanyaan wajar ketika bicara laptop gaming setebal 18,9 mm. Masif, memang. Acer menjawabnya dengan Liquid Metal dan kipas AeroBlade 3D generasi terbaru. Klaim bahwa kombinasi ini mampu menjaga stabilitas saat gaming sambil streaming sekaligus editing tentu masih perlu dibuktikan lewat pengujian lapangan, tapi setidaknya secara teknis landasannya ada.
Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 7 sudah onboard. Acer juga menyertakan garansi suku cadang dan servis tiga tahun, termasuk layanan onsite dan Accidental Damage Protection. Paket selengkap ini tidak selalu hadir di kelas harga yang sama.
Untuk konteks, segmen ini kian sesak. Di bawahnya, Acer sendiri masih menjual Aspire 7 mulai sekitar Rp10 jutaan untuk pengguna yang kebutuhan gamingnya tidak se-intensif itu. Predator Helios Neo 16S AI jelas bermain di liga lain, menyasar pengguna yang sudah tidak bisa kompromi antara performa, layar, dan portabilitas.
Pertanyaannya sederhana: di pasar laptop gaming premium Indonesia yang makin ramai, apakah kombinasi OLED plus RTX 5060 di bodi setipis ini cukup untuk membenarkan harga hampir Rp35 juta?