Dua miliar lebih saham berpindah tangan dalam satu transaksi. Bukan angka kecil.
PT Prinsep Indo HLD melepas 2,45 miliar saham PT FAP Agri Tbk (FAPA) pada Kamis (2/4), sekaligus menghapus statusnya sebagai pemegang saham pengendali emiten sawit tersebut. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat penjualan ini dilakukan lewat PT Ciptadana Sekuritas Asia. Porsi kepemilikan Prinsep Indo terjun dari 79,31% menjadi 11,57%.
Dari mayoritas ke minoritas, sekali jual.
Belum ada pernyataan resmi dari manajemen FAPA maupun Prinsep Indo soal alasan di balik divestasi masif ini. Apakah bagian dari restrukturisasi kepemilikan, atau ada sesuatu yang lebih besar sedang bergerak di belakang layar, agaknya perlu dicermati lebih lanjut oleh pelaku pasar. Pertanyaannya, siapa yang menampung saham sebanyak itu?
Di hari yang sama, wajah baru muncul di daftar pemegang saham PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS). PT Trinugraha Thohir Harmoni masuk sebagai investor baru dengan porsi 5%, setelah mengakumulasi 750,67 juta saham emiten otomotif itu melalui PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM). Nama Thohir di entitas ini tentu tidak luput dari sorotan pasar.
Dua peristiwa berbeda, tapi benang merahnya sama: perubahan struktur kepemilikan yang bergerak senyap. Konsekuensinya tidak kecil buat siapa pun yang megang sahamnya.