RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Putin Pasang Badan untuk Iran: 'Kami Akan Lakukan...

Internasional

Putin Pasang Badan untuk Iran: 'Kami Akan Lakukan Apa Saja'

Setelah berbulan-bulan menjaga jarak dari konflik Iran-AS, Putin kini tampil terbuka mendukung Teheran dan menawarkan diri sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah.

Selama hampir dua bulan, Rusia bermain aman. Tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh. Pertemuan di Moskow pada Senin (27/4) mengubah itu.

Putin menjamu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan untuk pertama kalinya secara terbuka pasang badan untuk Teheran yang sejak 28 Februari lalu kena hajar gempuran militer Amerika Serikat dan Israel. Bukan basa-basi.

"Terkait peran kami, kami akan melakukan apa saja untuk dapat memenuhi kepentingan Anda, kepentingan semua orang di kawasan, sehingga perdamaian bisa tercapai secepat mungkin," kata Putin, seperti dikutip RIA News Agency.

Putin, yang dikenal cermat memilih setiap diksi publiknya, jarang melempar frasa sekuat itu ke mitra mana pun. Pernyataan ini bukan kaleng-kaleng.

Araghchi datang ke Moskow bukan tanpa agenda. Di hadapan Putin, ia terang-terangan menuding Washington atas mandeknya putaran kedua negosiasi yang seharusnya digelar di Islamabad pekan lalu. "Pendekatan AS, meskipun ada kemajuan, menyebabkan putaran negosiasi sebelumnya gagal mencapai tujuannya karena tuntutan yang berlebihan," ungkap Araghchi, dikutip AFP.

Bagi Iran, perjalanan ke Moskow agaknya bukan kunjungan protokoler biasa. Meja perundingan macet, tenggat dari Kongres AS menguntit pemerintahan Trump, Teheran butuh kartu tambahan. Rusia, secara geopolitik, adalah kartu yang tidak murah tapi cukup berat timbangannya.

Putin tidak berhenti di deklarasi dukungan. Ia juga menawarkan diri sebagai mediator untuk memulihkan stabilitas kawasan pascaserangan AS-Israel, sebuah posisi yang, entah kebetulan atau tidak, juga menguntungkan Moskow dalam konteks pengaruhnya di Timur Tengah.

Komitmen terhadap "hubungan strategis" dipertegas keduanya usai pertemuan. Putin bahkan memuji rakyat Iran yang, menurutnya, telah berjuang mempertahankan kemerdekaan mereka dari tekanan militer luar biasa, framing yang dengan cermat memposisikan Rusia sebagai sekutu moral, bukan sekadar mitra transaksional.

Rp0 biaya, tapi efeknya tidak kecil.

Pertanyaannya sekarang: seberapa jauh janji "apa saja" itu akan terwujud di lapangan? Dan apakah tawaran mediasi Moskow akan dilirik Washington yang selama ini lebih suka main soliter di krisis ini?