Angka empat juta bukan lagi teritori eksklusif. Itulah realita benchmark AnTuTu periode Mei 2026, di mana standar performa kelas ultra-flagship bergeser lebih jauh dari yang banyak orang perkirakan dua tahun lalu.
Red Magic 11S Pro+ keluar sebagai jawara di kategori smartphone dengan skor 4.171.821 poin, sekaligus menjadi perangkat Android berperforma tertinggi sepanjang Mei 2026. Bukan kemenangan tipis. Di urutan kedua, iQOO 15 Ultra membukukan 4.144.802 poin, disusul Vivo X300 Ultra Satellite Communication Edition di posisi ketiga dengan 4.103.004 poin. Tiga besar saja sudah memberi gambaran betapa rapatnya selisih di puncak.
Dominasi grup Vivo terasa mencolok. Lewat merek Vivo dan sub-merek iQOO, mereka berhasil menempatkan empat perangkat sekaligus dalam 10 besar: Vivo X300 Ultra Satellite Communication Edition, iQOO 15 Ultra, iQOO 15, dan iQOO 15T. Red Magic dan Honor masing-masing menyumbang dua perangkat, sementara Oppo dan Realme mengamankan satu slot masing-masing.
Satu nama absen, dan itulah yang bikin daftar ini menarik: Xiaomi. Padahal beberapa periode sebelumnya, Xiaomi hampir selalu hadir di jajaran 10 besar. Anomali musiman atau pergeseran kompetitif yang lebih serius? Agaknya baru bisa dijawab di periode berikutnya.
Dari sisi chipset, Snapdragon 8 Elite Gen 5 nyaris menyapu bersih seluruh daftar. Sembilan dari sepuluh smartphone mengandalkan prosesor terbaru Qualcomm itu. Hanya Realme GT8 Pro yang melawan arus dengan MediaTek Dimensity 9500, dan posisi keenam pun berhasil diamankan.
Cerita serupa terjadi di kategori tablet. Vivo Pad 6 Pro memuncaki daftar dengan skor rata-rata 4.132.607 poin. Di belakangnya, iQOO Pad 6 Pro membukukan 4.081.031 poin, selisih keduanya hanya sekitar 51.576 poin. Tidak mengejutkan, kata AnTuTu, mengingat kedua tablet berbagi spesifikasi hardware yang sangat mirip. Lenovo Legion Tablet Y700 Generasi ke-5 menyusul di posisi ketiga dengan 4.073.338 poin.
Enam posisi teratas tablet seluruhnya diisi perangkat berbasis Snapdragon 8 Elite Gen 5. Satu pengecualian muncul di peringkat ketujuh: Redmi K Pad 2, satu-satunya tablet dalam 10 besar yang memakai Dimensity 9500, mencatat 3.716.652 poin. Kompetitif, kalau melihat kepungan chipset Qualcomm di sekelilingnya. H3C MegaBook di posisi kedelapan dengan 3.390.074 poin bahkan lebih unik karena mengandalkan Intel Core Ultra 5 228V, menjadikannya satu-satunya tablet dalam daftar yang bukan berbasis ARM.
Lompatan generasi chipset fabrikasi 3nm ini berdampak nyata, bukan cuma pada kecepatan mentah tapi juga efisiensi termal. Produsen kini berlomba membangun sistem pendingin yang lebih serius: dari vapor chamber berbahan tembaga hingga solusi aktif seperti kipas turbofan 24.000 RPM yang dijejalkan ke bodi Nubia RedMagic 11 Pro. Tenaga besar tanpa kendali suhu memang bencana. Industri tampaknya sudah paham betul soal itu.
Kalau mau bicara soal apa yang berubah di 2026, bukan hanya soal skor. Integrasi AI berbasis hardware kini menjadi pembeda nyata antar perangkat flagship. Manajemen daya adaptif, prediksi aplikasi, peningkatan kualitas video secara real-time, kecerdasan buatan bekerja di level yang tidak terlihat tapi terasa di tangan.
Satu hal lagi: ponsel kelas menengah 2026 kini duduk di kisaran 800.000 hingga 1.000.000 poin AnTuTu, setara dengan flagship tiga tahun lalu. Bagi investor yang melirik saham emiten distributor atau pengecer perangkat teknologi, tren demokratisasi performa ini bukan variabel yang bisa diabaikan begitu saja. Pasar premium makin sempit, tapi pasar mid-range justru makin ramai dan, jujur saja, makin menggiurkan.