Xiaomi selama ini dikenal kencang di segmen TWS dan speaker nirkabel, tapi pasar headphone over-ear justru belum pernah mereka sentuh. Redmi Headphones Neo agaknya jadi jawaban atas kekosongan itu.
Headphone ini sudah muncul di sejumlah platform e-commerce luar negeri, termasuk Lazada Filipina, dengan harga PHP 3.299 atau sekitar Rp930 ribuan. Xiaomi Global belum mengeluarkan pengumuman resmi, tapi kemunculan di berbagai database sertifikasi internasional dan listing ritel membuat peluncuran resminya terasa tinggal menunggu waktu.
Spesifikasinya, jujur saja, cukup bikin dahi naik sejenak.
Driver 40mm berlapis titanium diklaim mampu menjangkau rentang frekuensi 20 Hz hingga 40 kHz. Angka yang biasanya hanya tertera di headphone dengan banderol dua hingga tiga kali lipat. Soal promosinya, Xiaomi sendiri yang menulis di poster toko online mitra: "Driver dinamis besar 40 mm dengan diafragma titanium. Bass kuat, treble indah, dan pengalaman yang ditingkatkan secara menyeluruh."
Fitur ANC-nya diklaim meredam kebisingan hingga 42dB. Kompetitif, bahkan untuk kelas menengah atas, bukan sekadar kelas terjangkau. Bagi yang sering commute atau kerja di kafe ramai, angka ini patut dicermati sebelum percaya begitu saja, kalau data ini bisa dipercaya.
Soal baterai: ketahanan hingga 72 jam saat ANC dimatikan, kapasitas 500 mAh. Ketahanan saat ANC aktif belum diungkap secara resmi. Tapi 72 jam playback praktis menghapus kecemasan kehabisan daya dalam perjalanan panjang. Tidak main-main.
Konektivitas mengandalkan Bluetooth 5.4, standar yang menjanjikan latensi lebih rendah dan stabilitas sinyal lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Port USB-C hadir ganda fungsi: pengisian daya sekaligus audio kabel latensi rendah, opsi yang berguna buat pengguna yang sesekali butuh koneksi wired.
Desainnya simpel dan minimalis, sejalan dengan estetika lini IoT Xiaomi pada umumnya. Tersedia dalam tiga pilihan warna: Obsidian Black, Sand White, dan Mist Blue.
Di harga Rp930 ribuan, Redmi Headphones Neo jelas tidak bermain di lapangan yang sama dengan Sony WH-1000XM6 atau Bose QuietComfort. Bukan pesaing langsung, dan Xiaomi agaknya memang tidak berniat ke sana. Formula yang mereka kejar adalah yang sudah berulang kali terbukti: fitur sekelas premium, harga jauh di bawah. Apakah eksekusinya sebaik klaimnya, itu baru bisa dijawab setelah unit ada di tangan.
Satu pertanyaan yang wajar muncul: kapan masuk Indonesia?