Xiaomi meluncurkan Redmi Pad 2 9.7 di Malaysia dan Singapura akhir April ini. Proposisinya sederhana tapi cukup berani: melawan arus.
Saat merek lain adu besar layar, Xiaomi justru menyusut ke 9,7 inci. Segmen yang selama ini kurang terlayani, yakni pengguna yang butuh tablet beneran tapi tidak mau bawa perangkat sebesar nampan, agaknya memang ada dan cukup besar. Bobot 406 gram dan ketebalan 7,4 mm bikin Redmi Pad 2 9.7 masuk tas ransel tanpa drama.
Panelnya LCD, resolusi 2048 x 1280 piksel. Cukup tajam untuk segmennya. Yang tidak biasa justru ada di angka lain: refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 240Hz. Di kelas harga ini, dua angka itu jarang ketemu bersamaan. Kecerahan puncak 600 nits menambah poin tersendiri, setidaknya untuk pakai di teras siang hari.
Chipset-nya Snapdragon 6s Gen 2 4G, dipasang dengan RAM 4GB dan pilihan storage 64GB atau 128GB. Bukan untuk edit video, jelas. Tapi scrolling, streaming, buka dokumen kantor, main game kasual sambil ngopi? Angka ini lebih dari cukup. Baterai 7.600 mAh hadir dengan dukungan pengisian 18W, meski charger yang disertakan dalam kotak hanya 15W.
Dua varian konektivitas tersedia: Wi-Fi Only dan Wi-Fi plus 4G LTE. Pilihan kedua relevan buat yang kerja nomaden dan tidak mau repot nyalain hotspot tiap kali keluar kantor.
Sistem operasinya HyperOS 3, yang menjanjikan integrasi lebih mulus antar perangkat Xiaomi, dari ponsel sampai earphone. Seberapa impresif di tablet kelas menengah? Itu klaim yang masih perlu dibuktikan langsung.
Fisiknya tersedia dalam Silver dan Graphite Gray, finishing minimalis yang tidak murahan untuk kelasnya.
Harga di Singapura: SGD 229 untuk varian Wi-Fi, atau sekitar Rp2,7 juta, dan SGD 269 untuk versi 4G, atau sekitar Rp3,2 juta. Belum ada pengumuman resmi untuk Indonesia. Tapi secara historis, selisih harga dari Singapura ke sini tidak terlalu jauh setelah pajak dan distribusi masuk hitungan.
Saingan terdekatnya di kisaran ini? Tablet entry-level Samsung dan realme yang sudah lama betah di segmen itu. Xiaomi masuk dengan kartu 120Hz dan HyperOS. Buat sebagian pembeli, itu sudah cukup untuk jadi pertimbangan serius.