RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Rights Issue ENRG Rp4,1 Triliun: Shima Dilusi, BKI...

Bisnis

Rights Issue ENRG Rp4,1 Triliun: Shima Dilusi, BKI Naik Panggung

PT Energi Mega Persada Tbk siap menghimpun Rp4,12 triliun lewat rights issue 13,28 miliar saham, tapi pengendali lama justru memilih tidak ikut dan mengalihkan haknya ke Bakrie Kalila Investment.

Upstream Company Landscape in Indonesia – LDI Training

Dua kuartal lalu, kondisi likuiditas PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sudah jadi perhatian. Current ratio di level 56,5% per kuartal I 2026 bukan angka yang bisa diabaikan, apalagi ada restricted cash senilai US$112,6 juta (sekitar Rp1,83 triliun) yang terikat dalam penempatan Dana Hasil Ekspor. Kini manajemen memberi jawaban. Jawabannya lumayan jumbo.

ENRG resmi menggelar PMHMETD IV alias rights issue dengan menerbitkan 13.282.271.875 saham baru Seri B pada harga pelaksanaan Rp310 per saham. Total dana yang dibidik mencapai Rp4,12 triliun, dengan porsi saham baru setara 33,33% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi rampung. Mekanismenya sederhana: setiap pemegang saham yang tercatat pada 18 Agustus 2026 berhak memperoleh 1 HMETD untuk setiap 2 saham lama yang digenggam.

Nah, di sinilah cerita menjadi lebih menarik dari sekadar pengumuman rights issue biasa. PT Shima Global Kapital, yang kini menggenggam 17,69% saham ENRG, menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD miliknya. Sebanyak 2,33 miliar HMETD milik Shima dialihkan ke PT Bakrie Kalila Investment (BKI). Hasilnya? Porsi Shima diproyeksikan amblas dari 17,69% menjadi 11,70%, sementara BKI melonjak dari 3,56% ke 9,41%. BKI bukan sekadar menerima limpahan dari Shima, tapi juga melaksanakan HMETD miliknya sendiri sebesar 473,4 juta lebih, sekaligus duduk sebagai pembeli siaga untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil pemegang saham lain.

Transfer kendali de facto, dikemas rapi dalam satu aksi korporasi. Bukan main.

Dana segar yang terkumpul diarahkan untuk dua hal utama: memperkuat struktur permodalan grup dan mendanai pengembangan bisnis hulu migas. Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas, menyebut strategi ini ditopang prospek operasional grup yang masih terbuka lebar. Mayoritas dana akan disalurkan ke anak usaha guna memonetisasi aset hulu migas potensial, termasuk prospek penemuan minyak baru di Riau dan pengembangan aset gas di Sengkang.

Tidak berhenti di situ. Bersamaan dengan rights issue, ENRG juga menjalankan private placement (PMTHMETD) yang dijadwalkan efektif 15 Juni 2026, menerbitkan 218,31 juta saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp1.550 per saham. Dana yang dihimpun dari skema ini diperkirakan Rp338,38 miliar. Gabungkan keduanya, total amunisi yang masuk ke kas ENRG bisa mencapai sekitar Rp4,45 triliun. Angka yang tidak main-main.

Bagi pemegang saham ritel yang belum memutuskan, tanggal-tanggal berikut perlu dicatat: cum date di pasar reguler jatuh pada 13 Agustus 2026, recording date pada 18 Agustus, dan periode pelaksanaan HMETD berlangsung 20 hingga 28 Agustus 2026. Tidak mengeksekusi hak berarti menerima dilusi hingga 33,33%. Untuk portofolio mana pun, itu bukan angka kecil yang bisa dilewatkan begitu saja.