RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Saham Emas Terbang, IHSG Meroket 260 Poin Usai Dam...

Bisnis

Saham Emas Terbang, IHSG Meroket 260 Poin Usai Damai AS-Iran

Kesepakatan damai AS-Iran memicu reli tajam di saham-saham komoditas emas. BRMS melesat hampir 20%, sementara IHSG melonjak 4,3% ke 6.267 dalam sesi perdagangan Senin pagi.

Angin Segar IHSG, Saham-Saham Ini Bakal Reli

Senin pagi ini pasar modal Indonesia terbakar euforia. IHSG melesat 260 poin atau 4,3% ke posisi 6.267,5, dipicu kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Sabtu, 14 Juni 2026.

Kabar dari Timur Tengah itu bak sinyal starter pistol bagi saham-saham berbasis emas. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) paling kencang, melesat 19,8% ke Rp 635 per saham. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melejit 15,3% ke Rp 1.125. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melonjak 11,2% ke Rp 2.170, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 2,8% ke Rp 7.175.

Kenapa emas yang paling diuntungkan? Agaknya pasar membaca dua cerita sekaligus. Harga emas global rebound 2% mendekati US$ 4.300 per troy ounce, cukup untuk mendorong ekspektasi margin emiten-emiten tambang emas domestik. Minyak dunia, sebaliknya, dihajar jual. Anjlok 4% ke sekitar US$ 84 per barel, dipicu prediksi bahwa blokade Selat Hormuz akan segera berakhir seiring penandatanganan resmi perjanjian yang dijadwalkan Jumat ini di Swiss.

Dua efek berlawanan itu, ironisnya, sama-sama bagus buat pasar Indonesia. Harga minyak yang melandai bisa meringankan tekanan fiskal pemerintah, khususnya terkait subsidi energi, yang pada gilirannya memberi ruang bagi stabilitas nilai tukar rupiah. "Penurunan harga minyak ke level US$ 80 per barel berpotensi semakin mengurangi kekhawatiran fiskal pemerintah, sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah dan saham-saham blue chip," kata Lead Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Edi Chandren.

Edi juga melihat saham-saham konglomerasi secara umum berpotensi terangkat oleh sentimen risk-on yang sedang mengalir deras. Bak gayung bersambut, bursa Asia kompak menguat pagi ini, begitu pula indeks futures AS. Konfirmasi bahwa narasi de-eskalasi Timur Tengah ini diterima luas investor global.

Kesepakatan AS-Iran sendiri sudah dikonfirmasi dari dua sisi. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan teks perjanjian telah difinalisasi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang disebut berperan sebagai fasilitator, menambahkan bahwa seremoni penandatanganan berlangsung di Swiss akhir pekan ini.

Bagi investor ritel yang sudah lama nyangkut di saham-saham emas, ini bisa jadi momen yang ditunggu. Tapi reli sepagi ini sering kali mengundang aksi ambil untung di sesi kedua. Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bertahan? Entah kebetulan atau tidak, BRMS dan ARCI sudah bergerak mendekati batas auto rejection atas. Momentum ada, tapi timing masuk tetap soal lain.