RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Market  ›  Saham Prajogo Pangestu Jadi Lokomotif, IHSG Parkir...

Market

Saham Prajogo Pangestu Jadi Lokomotif, IHSG Parkir di 7.307

IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada Kamis 9 April 2026, ditopang aksi borong di saham-saham grup Prajogo Pangestu termasuk BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN.

Kamis kemarin bukan hari yang mudah buat IHSG. Indeks bergoyang bolak-balik antara zona merah dan hijau sepanjang sesi, dengan rentang pergerakan yang cukup lebar, dari 7.191,58 di titik terendah hingga 7.308,57 di puncaknya. Tapi saat bel penutupan berbunyi, indeks berhasil parkir di 7.307,58. Naik 0,39%.

Lokomotifnya jelas: saham-saham grup Prajogo Pangestu.

BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN kompak terkerek naik dan jadi penopang utama indeks. Bukan pertama kalinya saham-saham konglomerasi ini menentukan arah IHSG, mengingat bobot kapitalisasi mereka yang jumbo di bursa. Pola klasik indeks yang ditopang segelintir emiten heavyweight.

Dari sisi sektoral, konsumen non-primer memimpin dengan lonjakan 1,99%. Energi membuntuti di 1,81%, lalu infrastruktur menguat 0,57%. Tiga sektor ini, agaknya, yang jadi penyeimbang ketika tekanan jual di sektor lain cukup deras.

Sepanjang hari, total nilai transaksi menyentuh Rp17 triliun dari 29,04 miliar lembar saham yang berpindah tangan lewat 2,24 juta kali transaksi. Aksi beli mendominasi. Ramai, untuk hari yang volatilitasnya bikin jantungan.

Tapi breadth pasar bercerita lain. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 374 justru ditutup melemah, jauh lebih banyak ketimbang 278 saham yang menguat. Sisanya? 164 saham stagnan di tempat. Penguatan IHSG hari ini bersifat index-heavy, ditopang segelintir saham berkapitalisasi besar, bukan kenaikan yang merata.

Pertanyaannya, berapa lama reli seperti ini bisa bertahan? Ketika indeks hijau tapi mayoritas saham masih merah, fondasi penguatannya tipis. Rapuh, kalau boleh jujur.