RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy A26: Kamera 4K yang Bisa Jadi Kartu...

Tekno

Samsung Galaxy A26: Kamera 4K yang Bisa Jadi Kartu Truf di Segmen Menengah

Samsung Galaxy A26 hadir dengan kemampuan rekam video 4K dan OIS, memperkuat posisinya sebagai kandidat terkuat di segmen ponsel 4-5 jutaan rupiah tahun ini.

Samsung mengukur kesuksesan Galaxy AI melalui tingkat penggunaan harian (repeat usage).

Dua kuartal terakhir, pasar smartphone kelas menengah Indonesia makin brutal. Semua vendor berlomba menjejalkan fitur flagship ke harga yang makin terjangkau, dan Samsung tahu betul tekanan itu nyata. Galaxy A26 agaknya jadi jawaban mereka.

Sebagai penerus Galaxy A25, peningkatan paling terasa ada di kamera. Sensor utamanya dikabarkan mencapai 50 MP, dan yang lebih penting, perangkat ini sudah bisa merekam video 4K. Lompatan yang cukup berarti, mengingat generasi sebelumnya kerap mandek di 1080p. Bukan upgrade kosmetik.

Fitur 4K itu jadi lebih relevan berkat kehadiran Optical Image Stabilization (OIS). Tanpa stabilisasi optis, rekaman 4K dari tangan yang goyang cuma menghasilkan footage resolusi tinggi yang pusing ditonton. Dengan OIS, guncangan saat bergerak bisa diredam tanpa gimbal eksternal. Bagi kreator konten pemula yang belum mau investasi aksesori tambahan, ini beda tipis antara footage layak tayang dan footage yang langsung dibuang.

Di belakang, A26 mengusung triple camera, standar yang sudah lazim di kelas 4-5 jutaan. Samsung menyematkan AI Image Enhancer yang bekerja otomatis mengoptimalkan warna dan kontras, ditambah Nightography, fitur pemotretan malam hari yang sebelumnya jadi hak eksklusif seri flagship. Kini fitur itu turun kasta ke seri A. Kalau data ini bisa dipercaya, bisa jadi faktor pembeda yang cukup kuat di kelasnya.

Soal dapur pacu, A26 dibekali chipset yang lebih bertenaga dari pendahulunya, entah varian Exynos terbaru atau Snapdragon kelas menengah. Konfirmasi resmi dari Samsung Indonesia masih ditunggu. Layar Super AMOLED 120Hz tetap dipertahankan, pilihan yang masuk akal karena pengguna yang sudah terbiasa scrolling mulus di angka itu agaknya tidak akan rela kalau diturunkan.

Pertanyaannya, berapa harga yang akan dipatok Samsung? Terlalu agresif mendekati seri S entry-level, risiko kanibalisme internal menganga. Terlalu mahal untuk kelasnya, Xiaomi dan Realme sudah siap mengambil alih perhatian konsumen yang kian price-sensitive. Galaxy A26 punya amunisi bagus di atas kertas. Pasar yang akan membuktikan apakah itu cukup.