RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy Glasses Bocor: Dua Kamera, Desain K...

Tekno

Samsung Galaxy Glasses Bocor: Dua Kamera, Desain Kasual, dan Perang Kacamata Pintar 2026

Render Samsung Galaxy Glasses tersebar dari tiga sudut berbeda, memperlihatkan desain kasual mirip Ray-Ban x Meta. Hadir tanpa layar AR, kacamata pintar ini ditarget rilis pertengahan 2026 dengan harga mulai US$379.

Render itu tersebar diam-diam, tapi dampaknya tidak kecil.

Gambar bocoran Samsung Galaxy Glasses kini beredar dari tiga sudut berbeda, cukup untuk memberi gambaran serius soal arah Samsung di kategori wearable yang selama ini dikuasai Meta bersama Ray-Ban. Bingkai tebal dengan sentuhan modern, gagang sedikit lebih besar dari kacamata biasa, dan, yang paling menarik, dua sensor kamera terpasang di sisi kiri dan kanan frame.

Dua kamera. Bukan satu.

Desainnya disengaja kasual. Tidak ada elemen mencolok seperti Apple Vision Pro, tidak ada layar yang menyembul. Samsung agaknya membaca pasar dengan tepat: orang tidak mau terlihat aneh saat jalan di mal. Galaxy Glasses, dengan kode pengembangan "Jinju", dirancang untuk menyatu di aktivitas harian, bukan jadi statement gadget.

Versi Jinju hadir tanpa layar internal. Tulang punggungnya: kombinasi kamera, mikrofon, dan speaker. Perangkat berjalan di platform Android XR dengan integrasi Gemini AI, sekaligus terhubung ke ponsel lewat Wi-Fi dan Bluetooth untuk pemrosesan data. Ketergantungan penuh pada perangkat di saku, persis pola yang sudah dipakai Ray-Ban Meta.

Fitur hands-free untuk foto dan video hampir pasti hadir. Ada juga rumor soal lensa transisi yang menyesuaikan tingkat kegelapan otomatis sesuai kondisi cahaya sekitar, meski detail ini belum dikonfirmasi resmi oleh Samsung.

Soal harga, bocoran menyebut kisaran US$379 hingga US$499, atau sekitar Rp6,2 juta hingga Rp8,2 juta. Bukan murah, tapi masuk akal untuk segmen yang dituju. Target rilis? Pertengahan 2026.

Samsung juga menyiapkan varian lebih ambisius berkode "Haean", yang kabarnya membawa kemampuan augmented reality penuh dan layar micro-LED. Haean baru hadir tahun depan, di rentang harga US$600 hingga US$900. Langkah bertahap yang masuk akal, daripada memaksakan produk mahal ke pasar yang belum sepenuhnya siap.

Pertanyaannya, berapa lama Samsung bisa pegang posisi ini sebelum pemain lain ikut terjun?

Apple, setidaknya berdasarkan laporan yang mengutip analis Mark Gurman di Bloomberg, dilaporkan tengah menyiapkan kacamata pintar berbasis AI untuk akhir 2026, mengincar musim liburan pra-Natal. Generasi pertamanya juga tanpa layar fisik, mengandalkan kamera internal, audio premium, dan Siri untuk membaca konteks lingkungan sekitar pengguna. Apple bahkan disebut sedang menguji empat opsi desain, dari bingkai persegi panjang hingga model melingkar yang lebih ramping, lengkap dengan lampu indikator fisik saat kamera aktif merekam sebagai respons atas kekhawatiran privasi.

Tiga pemain besar. Satu arah. Kacamata tanpa layar, berbasis AI, senatural mungkin. Entah kebetulan atau tidak, konsensus industri tampaknya sudah bulat: era kacamata AR penuh ala Google Glass belum waktunya.

Nah, yang bisa jadi pembeda Samsung justru dua kamera tadi. Satu kamera cukup untuk foto dan video biasa. Dua kamera membuka kemungkinan depth sensing, pengenalan objek yang lebih akurat, hingga fondasi fitur AR ringan di masa depan tanpa harus menunggu Haean meluncur.

Semua ini masih bocoran dan spekulasi. Samsung belum satu kata pun mengkonfirmasi spesifikasi atau jadwal resmi. Tapi kalau render ini akurat, perang kacamata pintar 2026 bakal jauh lebih seru dari yang banyak orang bayangkan.