RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Galaxy Watch 9: Upgrade Tipis yang Tetap M...

Tekno

Samsung Galaxy Watch 9: Upgrade Tipis yang Tetap Memikat, Tapi Baterai Masih Bikin Geleng Kepala

Samsung Galaxy Watch 9 hadir dengan layar lebih besar, chip baru Snapdragon Wear Elite, dan pelacakan kesehatan yang makin canggih. Tapi masalah lama belum tuntas: daya tahan baterai masih satu hari, dan itu saja sudah cukup untuk membuat banyak orang berpikir dua kali.

Galaxy Watch9 (Bluetooth, 44 mm)

Setahun berlalu, dan Samsung kembali dengan iterasi yang terasa familiar. Terlalu familiar, bahkan.

Galaxy Watch 9 resmi meluncur sebagai smartwatch "mainstream" terbaru Samsung, dan siapa pun yang berharap lompatan desain sekelas Galaxy Z Fold 8 akan langsung kecewa sejak unboxing. Profilnya identik dengan pendahulunya: si "squircle" yang sudah dikenal, dial melingkar dalam bingkai kotak membulat yang tetap sedap dipandang, tapi tidak menawarkan kejutan apa pun.

Yang berubah ada di dalam. Model 44 milimeter kini dibekali layar Super AMOLED 1,5 inci beresolusi 480x480 piksel dengan kecerahan puncak 3.000 nits. Bukan angka asal-asalan untuk ukuran jam tangan. Soal ketahanan, Watch 9 mengantongi sertifikasi 5ATM, IP68, sekaligus MIL-STD-810H. Artinya, bisa dikebut di kolam renang, dipakai mendaki, atau terlupakan di saku celana yang masuk mesin cuci.

Dapur pacunya juga naik kelas. Chip Qualcomm Snapdragon Wear Elite yang dirancang khusus untuk lineup ini membuat OneUI Watch berjalan mulus, tanpa lag berarti. Samsung pun perlahan meninggalkan tampilan antarmuka yang dulunya kaku dan membosankan, mengadopsi pendekatan yang lebih playful dengan sedikit sentuhan estetika ala Google. Agaknya kompetisi itu tetap ada gunanya.

Soal pelacakan kesehatan, ini tetap jadi mahkota Watch 9. Data detak jantung, pemantauan tidur, hingga deteksi gangguan tidur tersaji konsisten tanpa celah yang sering dikeluhkan pengguna smartwatch lain. Samsung juga makin piawai menampilkan semua wawasan itu tanpa membanjiri layar kecil dengan angka yang bikin pusing.

Namun kemudian sampailah pada pertanyaan yang sudah terlalu sering ditanyakan: baterainya?

Belum ada perbaikan. Pemakaian normal, jam tangan sudah merayap ke bawah 10 persen sebelum pukul 10 malam. Konsisten. Bukan main betapa konsistennya Samsung gagal di satu titik ini, sementara produsen seperti TicWatch sudah lebih dulu menemukan formula yang lebih efisien. Apple Watch Series 11 memang bernasib serupa, tapi setidaknya ada workaround di ekosistem Apple. Di sini, pengguna cukup berharap dan berhemat.

Satu hal yang patut dicermati: Watch 9 hadir tanpa bezel fisik yang bisa diputar, fitur yang justru jadi keunggulan seri Classic. Navigasi horizontal antar widget terasa kurang intuitif tanpa crown putar itu, dan bagi yang pernah mencicipi Watch 8 Classic, akan sulit untuk tidak membandingkan. Samsung mematok harga Watch 9 varian 44 milimeter di kisaran £350, setara Apple Watch Series 11 standar. Pilihan positioning yang cukup berani mengingat keterbatasan yang masih ada.

Di pasar Asia Tenggara, di mana pilihan kompetitor semakin ramai, angka itu perlu ditimbang dengan serius. Huawei GT series, misalnya, kerap bisa ditemukan dengan harga lebih kompetitif dan fitur yang tidak kalah matang.

Watch 9 bukan smartwatch yang buruk. Jauh dari itu. Ia pilihan solid bagi pengguna ekosistem Samsung, terutama yang sudah terikat dengan Galaxy smartphone dan ingin companion yang "just works". Tapi bagi yang belum punya Watch 8 Classic dan sedang menimbang upgrade, pertanyaannya tetap sama seperti setahun lalu: apakah perubahannya cukup untuk merogoh kocek sebesar itu?