Layar 5.000 nits. Baterai 800 mAh. Bisa menyelam 40 meter. Samsung Electronics Indonesia sepertinya tidak sedang bercanda ketika merilis Galaxy Watch Ultra 2 sebagai smartwatch Android paling ambisius yang pernah mereka bawa ke pasar lokal.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 resmi diperkenalkan untuk pasar Indonesia dengan banderol Rp10,499 juta untuk ukuran 47 mm. Bukan angka kecil untuk sebuah jam tangan, tapi spesifikasinya agaknya memang tidak dirancang untuk semua orang.
Dapur pacunya kini diperkuat chipset Snapdragon Wear Elite berprosesor penta-core 3nm dari Qualcomm. Peningkatan performa CPU diklaim mencapai 30 hingga 56 persen dibanding generasi sebelumnya, dengan konsumsi daya yang justru lebih efisien. Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut peningkatan ini membuat pengguna lebih mulus saat mengakses berbagai fitur di perangkat.
Yang paling mencolok dari sisi hardware adalah layar AMOLED 1,52 inci dengan kecerahan puncak 5.000 nits, posisi yang diklaim sebagai tertinggi di antara seluruh smartwatch yang beredar saat ini. Kaca Sapphire Crystal melapisi panel tersebut, menjaga layar dari goresan saat dipakai untuk aktivitas ekstrem. Di bawah terik matahari langsung atau di bawah permukaan air, tampilannya diklaim tetap terbaca jelas.
Soal baterai, ini juga bukan upgrade biasa. Kapasitasnya naik 35 persen menjadi 800 mAh, terbesar di ekosistem Wear OS. Dalam kondisi Always-On Display aktif, daya tahannya diklaim mencapai 60 jam. "Kalau mau daya tahan baterai lebih lama, kita bisa konfigurasi seperti mematikan Always-On Display dan beberapa notifikasi lainnya," kata Tipe Sultan. Pengisian daya nirkabel berkecepatan tinggi turut disertakan.
Untuk yang suka petualangan air, Watch Ultra 2 mengantongi sertifikasi IP69K, tahan tekanan air hingga 10 ATM, dan bisa dibawa menyelam hingga kedalaman 40 meter. Sudah memenuhi standar EN13319 untuk open-water diving, plus dilengkapi aplikasi Ultra2 Diving hasil kolaborasi dengan Mares yang memantau kedalaman, suhu air, dan batas aman dekompresi secara real-time. Bodi titaniumnya, entah kebetulan atau tidak, juga 12 persen lebih tipis dibanding pendahulunya meski membawa baterai yang jauh lebih besar. Standar militer MIL-STD-810H ikut disertakan. Paket yang tidak tanggung-tanggung.
Fitur kesehatan berbasis Galaxy AI menjadi salah satu nilai jual utama. Sensor BioActive generasi baru mengumpulkan data biometrik yang diolah menjadi sejumlah metrik: Heart Health Score, Sleep Apnea Detection bersertifikasi FDA, Daily Cardio Load, hingga Fitness Index berbasis target personal. Bagi pelari, Trail Run hadir dengan dukungan Dual-Frequency GPS L1+L5 untuk pelacakan elevasi presisi tinggi, ditambah notifikasi hidrasi real-time berdasarkan estimasi cairan tubuh yang hilang selama latihan. Kapasitas penyimpanan internal 64 GB dengan RAM 2 GB memungkinkan pengguna menyimpan ribuan lagu dan peta luring GPX langsung di pergelangan tangan, tanpa perlu tethering ke ponsel.
Bersamaan dengan Watch Ultra 2, Samsung juga meluncurkan Galaxy Watch 9 dalam dua ukuran: 40 mm seharga Rp5,999 juta dan 44 mm seharga Rp6,499 juta. Ada penawaran khusus bagi pengguna kartu kredit tertentu, serta bundling dengan Samsung Galaxy Z Fold 8.
Pertanyaannya cukup sederhana: di segmen smartwatch premium yang makin ramai, apakah kombinasi layar terkuat, baterai terbesar, dan fitur AI kesehatan yang makin dalam ini cukup untuk membuat Watch Ultra 2 benar-benar berbeda, atau sekadar upgrade spesifikasi yang kebetulan dibungkus titanium?