Samsung Electronics Indonesia resmi meluncurkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dua smartwatch ini membawa perubahan paling substansial yang pernah hadir di lini wearable Samsung dalam beberapa generasi terakhir.
Perubahan paling mencolok ada di jeroan. Untuk pertama kalinya, kedua perangkat menggunakan Snapdragon Wear Elite, chipset generasi terbaru yang diklaim menghadirkan navigasi lebih responsif sekaligus akurasi GPS lebih presisi, terutama untuk hiking dan trail running. Chipset ini juga memungkinkan pengguna mengunggah file GPX sehingga rute perjalanan dan data elevasi tetap bisa diakses tanpa koneksi internet. Fitur semacam ini selama ini lebih identik dengan perangkat GPS khusus outdoor, bukan smartwatch konsumen biasa.
Dari sisi fisik, Galaxy Watch Ultra 2 tampil lebih ramping. Ilham Indrawan, Head of MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut perangkat ini 12 persen lebih tipis dibanding generasi sebelumnya. "Meski lebih ringan, kapasitas baterainya justru meningkat hingga 35 persen," ujarnya di Jakarta. Kombinasi itu dimungkinkan oleh silicon carbon battery, teknologi sel yang menawarkan densitas energi lebih tinggi ketimbang lithium-ion konvensional. Bak pedang bermata dua: ramping sekaligus tahan lama.
IP69K. Itu sertifikasi yang kini disandang Galaxy Watch Ultra 2, standar perlindungan yang melampaui water resistance biasa karena mencakup ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan kondisi lingkungan ekstrem. Bukan sekadar tahan cipratan hujan.
Samsung juga memperbarui aplikasi Samsung Health dengan empat fitur berbasis AI. Ada Vitals untuk pemantauan kondisi tubuh menyeluruh, Heart Health Score untuk evaluasi kesehatan jantung, Daily Cardio Load guna mengukur intensitas kardiovaskular harian, dan Fitness Index yang menilai tingkat kebugaran sekaligus melempar rekomendasi kapan harus istirahat dan kapan bisa kembali berlatih, berdasarkan data kesehatan pengguna secara real-time. Pendekatan berbasis data personal ini agaknya jadi taruhan besar Samsung di segmen health-focused wearable yang kian ramai.
Pertanyaannya, cukupkah ini untuk menggeser pemain lain di kelas premium? Paket hardware tangguh plus ekosistem kesehatan berbasis AI menempatkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 menyasar dua segmen sekaligus: penggiat olahraga outdoor yang butuh navigasi andal, dan pengguna umum yang ingin memantau kondisi tubuh lebih serius. Kalau data penjualan wearable Indonesia terus menanjak seperti tren setahun terakhir, bisa jadi jawabannya tidak perlu lama.