RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Pimpin Pasar HP Lipat 2026, tapi Apple Lan...

Tekno

Samsung Pimpin Pasar HP Lipat 2026, tapi Apple Langsung Gigit 25 Persen

Counterpoint Research memproyeksikan Samsung mempertahankan kepemimpinan pasar foldable dengan pangsa 32 persen di 2026, meski Apple siap mengguncang segmen premium dengan iPhone lipat perdananya.

Samsung Diprediksi Pimpin Pasar HP Lipat 2026, Berapa Pangsa Pasarnya?

Pasar ponsel lipat global 2026 agaknya akan jadi yang paling seru dalam sejarah segmen ini. Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman HP lipat dunia tumbuh 21 persen secara year-on-year, dan di puncak klasemen, Samsung masih bertengger dengan pangsa pasar sekitar 32 persen.

Bukan angka yang bisa disepelekan, tapi juga bukan posisi yang sepenuhnya aman.

Apple diprediksi langsung mencaplok 25 persen pasar di tahun debutnya di segmen foldable. Huawei menyusul di angka 24 persen, dengan basis kuat di kandang sendiri, China. Motorola dan Honor mengisi sisa dengan masing-masing 8 persen dan 3 persen. Kalau dijumlah, empat pemain di bawah Samsung sudah menguasai 60 persen pasar. Persaingannya ketat. Bukan main.

Counterpoint membingkai masuknya Apple dengan cara yang menarik. Associate Director Counterpoint Research Liz Lee menyebut kehadiran iPhone lipat pertama akan mendongkrak kesadaran konsumen terhadap kategori foldable sekaligus mengerek standar di segmen premium. "Namun Samsung masih memiliki keunggulan dalam kematangan produk, jaringan distribusi, dan pengalaman pengguna ponsel lipat," sambung Lee. Pujian sekaligus peringatan, dalam satu napas.

Salah satu variabel terbesar penentu arah pasar tahun ini: peluncuran lini Galaxy Z Fold 8. Samsung telah merilis tiga varian baru, yaitu Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8 dengan desain lebih lebar, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra. Desain Fold 8 yang menawarkan layar depan lebih nyaman dan ruang kerja lebih luas pada layar utama dinilai Counterpoint sebagai langkah yang tepat waktu.

Kenaikan relevansi form factor lebar ini bukan kebetulan. Seiring fitur kecerdasan buatan makin dalam terintegrasi ke perangkat, aktivitas seperti merangkum dokumen, mengedit konten, mengatur jadwal, hingga memindahkan informasi antar-aplikasi butuh real estate layar yang lebih lapang. Fold 8 yang lebih lebar, kalau klaim ini terbukti di penggunaan nyata, bisa jadi jawaban yang pas untuk segmen profesional yang selama ini memakai HP lipat bukan sekadar gaya.

Pertanyaannya: apakah desain yang lebih lebar ini cukup untuk mengunci loyalitas pengguna Samsung sebelum Apple datang dengan proposisinya sendiri di paruh kedua tahun ini? Counterpoint percaya Samsung punya modal. Tapi pasar foldable 2026 jelas tidak akan semudah musim-musim sebelumnya.