RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Samsung Project Luna di Milan Design Week 2026: Bo...

Tekno

Samsung Project Luna di Milan Design Week 2026: Bola AI yang Ingin Jadi Penghuni Rumah

Samsung memperkenalkan Project Luna di Milan Design Week 2026, konsep robot AI pendamping rumah yang bisa berpindah antarperangkat sambil mempertahankan satu kepribadian yang konsisten. Belum ada tanggal rilis, tapi visinya cukup besar untuk diperhatikan.

Samsung membawa sesuatu yang tidak biasa ke Milan Design Week 2026. Bukan laptop tipis, bukan TV raksasa. Melainkan sebuah bola kecil yang diklaim bisa mengubah cara manusia berinteraksi dengan rumahnya sendiri.

Project Luna adalah konsep robot AI berbentuk orbe kompak dengan layar bundar yang berfungsi sebagai wajah ekspresif. Bagian atas bola bisa terbuka perlahan, seperti makhluk yang baru terbangun, lalu sebuah proyektor kecil muncul dari dalamnya. Proyektor itu bisa memancarkan konten interaktif, animasi, hingga permainan langsung ke permukaan meja atau dinding di depannya. Meja biasa tiba-tiba jadi panggung.

Desain sengaja dibuat tanpa sudut tajam atau lubang udara yang biasa menghiasi perangkat keras konvensional. Hasilnya terasa lebih organik. Samsung menyediakan pilihan warna: putih minimalis, kuning cerah, sampai kombinasi teal dan jingga. Perangkat ini ingin terasa seperti karakter, bukan sekadar alat.

Tapi desain hanyalah permukaan.

Yang lebih ambisius adalah ide di baliknya. Samsung menyebut konsep ini sebagai "communal AI", sebuah pendekatan di mana AI tidak dikunci di satu perangkat. Luna dirancang sebagai titik pusat kehadiran AI saat perangkat lain tidak digunakan. Saat pengguna berpindah ke TV, smart speaker, atau proyektor, kepribadian serta antarmuka AI-nya ikut berpindah, tetap konsisten. Tidak ada lagi cerita berinteraksi dengan satu asisten di ponsel, asisten lain di televisi, dan asisten ketiga di speaker dapur.

Satu AI. Satu karakter. Banyak layar.

Gagasan ini, kalau betul-betul terwujud, agaknya bisa menggeser cara pandang industri soal asisten digital rumahan. Selama ini AI identik dengan perintah suara di satu perangkat tertentu. Luna menawarkan sesuatu yang lebih seperti kehadiran. Bukan fitur.

Samsung juga merancang Luna agar unit-unitnya bisa saling berinteraksi kalau bertemu di ruang yang sama. Dua Luna di satu ruangan bisa bertukar informasi, bahkan dengan cara yang digambarkan cukup jenaka. Detail kecil yang seolah memberi kesan perangkat ini punya kehidupan sendiri. Entah kebetulan atau tidak, nuansa itu mengingatkan pada karakter robot populer dalam budaya pop.

Ini bukan produk. Samsung secara eksplisit menegaskan Project Luna masih sebatas konsep dan belum ada kepastian tanggal rilis maupun konfirmasi bahwa perangkat ini benar-benar akan masuk pasar. Langkah hati-hati yang bisa dibaca dua arah: visi tanpa janji, atau uji respons pasar sebelum komitmen.

Samsung pernah menempuh jalur yang mirip dengan Ballie, robot AI berbentuk bola yang diperkenalkan beberapa tahun lalu dan sempat mencuri perhatian di pameran teknologi. Ballie sempat mencapai tahap yang lebih konkret, tapi distribusi massal tetap tersendat. Project Luna mewarisi pertanyaan yang sama. Seberapa jauh konsep seperti ini bisa berjalan dari panggung pameran ke ruang tamu sungguhan?

Untuk sekarang, Project Luna lebih tepat dibaca sebagai pernyataan arah strategi Samsung dalam AI lintas perangkat. Samsung tampak ingin AI terasa natural, tidak invasif, dan menyatu dengan lingkungan. Bukan fitur yang hidup sendiri-sendiri di masing-masing gadget.

Visi yang menarik. Buktinya masih perlu ditunggu.