RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Snapdragon C Resmi Meluncur, Laptop Windows ARM Rp...

Tekno

Snapdragon C Resmi Meluncur, Laptop Windows ARM Rp5 Jutaan Segera Membanjiri Pasaran

Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon C Platform, chip ARM pertama yang menyasar segmen laptop entry-level dengan harga mulai USD 300. Acer, HP, dan Lenovo sudah antre.

Acer Luncurkan Swift Air 14 dan Swift Spin 14 AI di Computex 2026

Qualcomm secara resmi memperkenalkan Snapdragon C Platform pada 29 Mei 2026, chipset ARM pertama dari perusahaan asal San Diego itu yang terang-terangan membidik segmen laptop murah. Harga perangkat dipatok mulai USD 300, atau sekitar Rp5,3 juta berdasarkan kurs terkini.

Selama ini laptop Windows berbasis ARM identik dengan perangkat premium, terutama lewat lini Snapdragon X yang harganya jauh dari jangkauan pelajar atau pelaku UMKM. Snapdragon C hadir sebagai pembalikan dari strategi itu. Qualcomm kali ini tidak mengejar pengguna profesional dengan kebutuhan komputasi berat, melainkan mereka yang butuh laptop andal untuk browsing, streaming, panggilan video, dan produktivitas harian tanpa harus merogoh kocek dalam.

Nama "C" bukan kebetulan. Qualcomm menyebut huruf itu singkatan dari "compute", menegaskan posisi chip ini sebagai solusi komputasi efisien di kelasnya.

Dari sisi teknis, bocoran spesifikasi menyebut Snapdragon C diproduksi dengan fabrikasi 6nm, mengusung CPU delapan inti berkonfigurasi 1+3+4 berbasis arsitektur Kryo, GPU Adreno berkecepatan 900MHz, serta dukungan memori LPDDR5. Yang bikin chip ini agak berbeda dari ekspektasi kelas harganya: sudah ada Neural Processing Unit (NPU) terintegrasi. Fitur AI bisa dijalankan langsung di perangkat tanpa bergantung penuh pada cloud. Bukan angka TOPS kelas wahid, memang. Tapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus memenuhi syarat ekosistem Copilot+ PC Microsoft.

"Di tengah meningkatnya biaya dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang, Snapdragon C menghadirkan kombinasi komputasi bernilai tinggi, ketahanan baterai sepanjang hari, kemampuan AI, dan performa responsif dalam perangkat yang tetap dingin dan senyap," kata Kedar Kondap, Senior Vice President and General Manager of Compute and Gaming Qualcomm Technologies, Inc.

Efisiensi daya jadi kartu truf utama platform ini. Laptop berbasis Snapdragon C dijanjikan mampu beroperasi seharian penuh dari satu kali pengisian, dengan desain termal yang minim panas sehingga membuka ruang bagi form factor fanless, lebih senyap dibanding laptop Intel atau AMD sekelas.

Tiga nama besar sudah menyatakan komitmen: Acer, HP, dan Lenovo. Acer bahkan disebut akan menjadi pionir lewat Aspire Go 15, model yang disiapkan dengan layar besar dan konektivitas modern. Perangkat-perangkat ini dijadwalkan mulai tersedia di pasaran akhir 2026, meski jadwal tiap OEM bisa berbeda.

Persaingan di segmen ini bakal lebih sengit dari sebelumnya. Snapdragon C berhadapan langsung dengan Chromebook, laptop Windows entry-level berbasis Intel Core Series 3, juga MacBook Neo yang belakangan menarik perhatian karena harganya lebih kompetitif dari lini Apple sebelumnya. Qualcomm masuk dengan proposisi berbeda: Windows ARM, baterai panjang, AI lokal, harga bersaing. Pertanyaannya, apakah pasar siap berpindah?

Klaim di atas kertas tetap perlu dibuktikan di lapangan. Kompatibilitas aplikasi Windows on ARM masih jadi tanda tanya yang belum sepenuhnya terjawab, meski ekosistemnya terus membaik sejak Snapdragon X Series masuk ke laptop premium dua tahun lalu. Hasil benchmark nyata dan kualitas produk akhir dari masing-masing OEM akan jadi penentu, apakah Snapdragon C benar-benar menggeser peta pasar laptop murah, atau sekadar menjadi opsi tambahan yang tenggelam di rak toko elektronik.