RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Sony Rayakan Satu Dekade 1000X dengan Lini Termewa...

Tekno

Sony Rayakan Satu Dekade 1000X dengan Lini Termewah yang Pernah Ada

Tepat di ulang tahun ke-10 lini 1000X, Sony meluncurkan THE COLLEXION ke pasar Indonesia, sebuah headphone yang memadukan akustik audiophile dengan estetika haute couture. Bersamaan dengan itu, WH-1000XM6 kini hadir dalam varian warna Sandstone seharga Rp7,499 juta.

Ilustrasi

Sepuluh tahun setelah MDR-1000X pertama kali mengubah cara orang memandang headphone noise cancelling, Sony memilih untuk tidak sekadar merilis produk baru. Yang mereka lempar ke pasar Indonesia kali ini jauh lebih ambisius: 1000X THE COLLEXION, lini yang secara terang-terangan menyasar wilayah persaingan merek-merek audio butik Eropa.

Ini bukan evolusi biasa dari WH-1000XM5. Sony membangun THE COLLEXION dari filosofi yang berbeda, di mana konstruksi dan material diperlakukan setara dengan performa akustik. Headband menggunakan logam bertekstur matte hasil proses sandblasting, dipoles manual oleh perajin ahli hingga menghasilkan sentuhan akhir yang mengilap. Bantalan earcup memakai faux leather generasi baru yang pengembangannya saja memakan waktu dua tahun. Bukan kulit sintetis generik biasa.

Di sektor audio, Sony tidak main-main. Driver terbuat dari komposit karbon searah (unidirectional carbon composite), pilihan bahan yang selama ini lebih akrab di instrumen musik presisi ketimbang headphone portabel. Pemisahan instrumen lebih tajam, vokal lebih natural. THE COLLEXION juga menjadi headphone pertama yang mengadopsi DSEE Ultimate berbasis Edge-AI secara real-time, teknologi yang mampu memulihkan detail dinamis dari file audio terkompresi. Ada pula fitur 360 Reality Audio Upmix yang mengonversi konten stereo ke format spasial dalam tiga mode: Music, Cinema, dan Game.

Dua belas mikrofon. Itu jumlah yang dipakai untuk menangani peredaman bising, dipadukan dengan Adaptive NC Optimizer yang bekerja dinamis sesuai kondisi lingkungan. Baterai tahan 24 jam, cukup untuk melewati penerbangan panjang tanpa was-was.

Proses tuning akhirnya bahkan melibatkan mastering engineer pemenang Grammy, klaim yang patut dicermati mengingat validasinya bergantung pada persepsi subjektif di sesi mendengarkan langsung. Setidaknya itu yang dikomunikasikan Sony.

Presiden Direktur PT Sony Indonesia Motoya Itako menyebut THE COLLEXION sebagai interpretasi baru dari filosofi 1000X, yang memadukan kualitas suara premium, desain elegan, dan kenyamanan optimal. Dalam peluncurannya, Itako menyinggung semangat "Kando", konsep Jepang tentang respons emosional mendalam, sebagai inspirasi di balik seluruh lini ini.

Sony agaknya juga sadar bahwa kemewahan di 2026 tidak bisa mengabaikan keberlanjutan. Sekitar 25% material plastik THE COLLEXION berasal dari bahan daur ulang, kemasannya bebas plastik. Untuk inklusivitas, tersedia penanda taktil L/R dan kotak penyimpanan magnetik bergaya tas yang memudahkan pengguna dengan keterbatasan mobilitas tangan. Bukan sekadar gimmick, kalau data ini bisa dipercaya.

Bersamaan dengan peluncuran THE COLLEXION, Sony menyegarkan lini terpopulernya. WH-1000XM6 kini hadir dalam varian Sandstone, warna krem hangat bernuansa natural. Spesifikasi tidak berubah. Sistem noise cancelling multi-mikrofon, koneksi multipoint, kontrol sentuh, baterai tahan lama, semuanya tetap ada. Sandstone tersedia di Indonesia mulai 12 Juni 2026 dengan harga Rp7.499.000.

Soal harga THE COLLEXION untuk pasar Indonesia, Sony belum merilis angka resmi dalam Rupiah hingga artikel ini ditulis. Yang jelas, Sony sedang membuktikan bahwa nama besar di audio mid-range bisa sekaligus bermain di ranah ultra-premium. Pertanyaannya tinggal satu: berapa banyak audiophile Indonesia yang siap membayar harga pernyataan gaya hidup itu?