IHSG kemarin (6/11) memang naik tipis 0,22% ke 8.337. Jangan buru-buru senang. Asing masih net sell Rp115 miliar, dan secara teknikal indeks dinilai rawan bergerak ke area negatif hari ini dengan support di 8.256 serta resistance di 8.350.
Kondisi belum sepenuhnya kondusif, tapi Tim Analis Bareksa tetap melempar tiga nama untuk dipertimbangkan: PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
AUTO yang paling mencuri perhatian. Saham komponen otomotif Grup Astra ini kemarin melesat 5,47% ke Rp2.700, salah satu pergerakan harian terkuat di sesi itu. Rekomendasinya buy on breakout dengan entry di Rp2.650-2.700, dua target profit di Rp2.770 dan Rp2.850, serta stop loss di Rp2.600. Bukan spread yang sempit, tapi momentumnya jelas ada.
Giliran ADMR. Emiten batu bara metalurgi ini bergerak lebih kalem, naik 2,19% ke Rp1.400. Entry direkomendasikan di Rp1.380-1.400, target pertama Rp1.470 dan kedua Rp1.530, stop loss Rp1.350. Ini trading buy, bukan koleksi jangka panjang.
ISAT menguat 1,54% ke Rp1.975. Operator telekomunikasi ini direkomendasikan masuk di Rp1.960-1.975 dengan target Rp2.090 dan Rp2.230, stop loss Rp1.930. Kalau dihitung persentase terhadap harga masuk, upside ISAT paling lebar dari ketiganya. Lumayan menggiurkan buat yang berani.
Sekarang soal kondisi pasar kemarin. Penopang IHSG datang dari sektor industri yang terkerek 2,08%, disusul energi 1,74%, lalu transportasi serta logistik 1,41%. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia, BREN jadi salah satu motor penggerak dengan kenaikan 1,79% ke Rp9.925. BBRI naik 0,5% ke Rp4.000 dan ASII menguat 1,2% ke Rp6.325. Rupiah pun ikut terkerek tipis 11 poin ke Rp16.694 per dolar AS.
Pertanyaannya, berapa lama sentimen ini bisa bertahan? Tetap pasang stop loss. Kalau IHSG benar-benar jebol ke bawah support, situasi bisa berubah cepat dan posisi yang tadinya nyaman mendadak jadi beban.