Kisaran Rp2 juta hingga Rp5 juta ternyata bukan lagi zona kompromi di pasar tablet Indonesia. Tahun 2026, segmen ini justru jadi salah satu yang paling ramai diterjuni produsen, dengan hasil yang cukup serius untuk diperhitungkan.
Untuk gaming, dua nama langsung menyodot perhatian: Redmi Pad 2 Pro dan POCO Pad M1. Keduanya berbagi chipset Snapdragon 7s Gen 4 dan baterai 12.000 mAh, kapasitas yang diklaim sanggup bertahan seharian penuh meski dihajar sesi Free Fire marathon. Rp4 jutaan. Buat proposisi segitu, angkanya tidak main-main.
Samsung Galaxy Tab A11 LTE masuk dengan pendekatan berbeda. Chipset MediaTek Helio G99-nya memang bukan yang paling gahar, tapi untuk kebutuhan harian plus gaming kasual, performanya cukup solid. RAM 4GB dan storage 64GB jadi kombinasi standar di kelasnya, meski pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus sebaiknya langsung incar varian dengan kapasitas lebih besar. Bodi aluminium-nya, entah kebetulan atau tidak, bikin perangkat ini terasa lebih premium dari harganya.
Huawei MatePad 11.5 bermain di dua medan sekaligus. Layar 11,5 inci dengan RAM 8GB membuatnya nyaman untuk gaming sekaligus pekerjaan desain dan pengeditan gambar ringan. Ekosistem AppGallery masih jadi pertanyaan bagi sebagian pengguna, tapi bagi yang sudah terbiasa, hambatan itu relatif kecil.
Kelas editing, ceritanya lain. iPad Air tetap jadi referensi paling solid untuk foto resolusi tinggi, video 4K, dan ilustrasi digital, didukung ekosistem iPadOS yang aplikasinya sudah matang bertahun-tahun. Samsung Galaxy Tab S10 Ultra menawarkan layar besar yang melapangkan kerja di timeline video, ideal untuk kreator yang butuh ruang visual lebih lega. Keduanya bermain di segmen harga lebih tinggi, tapi untuk kebutuhan profesional, investasinya sulit dibantah.
Xiaomi Pad 6 jadi jembatan yang menarik antara performa dan harga. Layarnya tajam, chipset-nya cukup kencang untuk pengeditan foto dan video kelas menengah, dan harganya masih terjangkau bagi pengguna yang tidak mau membayar premium semata untuk nama besar. Galaxy Tab S9 FE dan varian Plus-nya melengkapi pilihan dengan dukungan S Pen, fitur yang membuka opsi pencatatan kreatif dan desain sederhana tanpa aksesori tambahan.
Sebelum memilih, ada beberapa hal yang patut dicermati. Refresh rate minimal 90Hz krusial untuk gaming agar visual tidak patah-patah. RAM 8GB jauh lebih nyaman untuk multitasking dibanding 4GB, meski selisih harganya kadang menggoda untuk diabaikan. Dukungan pengisian cepat juga makin relevan seiring kapasitas baterai yang terus membesar.
Pasar tablet mid-range Indonesia 2026 menawarkan lebih banyak pilihan valid dibanding dua atau tiga tahun lalu. Pertanyaannya sudah bukan lagi soal apakah ada tablet bagus di bawah Rp5 juta. Pertanyaannya sekarang: mana yang paling pas untuk kebutuhan spesifik kamu? Dua pertanyaan yang jawabannya sangat berbeda.