RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Tecno Camon 50 Review: Sensor Sony, Baterai 6.500...

Tekno

Tecno Camon 50 Review: Sensor Sony, Baterai 6.500 mAh, Harga Rp 3,8 Juta

Tecno kembali menantang pasar mid-range dengan Camon 50 4G, membawa sensor Sony LYT-700C, sertifikasi militer MIL-STD-810H, dan baterai 6.500 mAh yang tahan 23 jam lebih dalam benchmark, semua dikemas di harga Rp 3,8 jutaan.

Tecno tidak sedang bercanda dengan Camon 50 4G.

Di harga Rp 3,8 jutaan, ponsel ini datang membawa sensor Sony LYT-700C, sertifikasi IP68/IP69K plus MIL-STD-810H, layar AMOLED 144 Hz resolusi 1.5K, dan baterai 6.500 mAh yang bertahan 23 jam 38 menit dalam uji PCMark. Kalau angka itu tidak membuat kamu berhenti scroll, baca lagi.

Sertifikasi ketahanan sekelas flagship di ponsel tiga jutaan memang terdengar terlalu bagus untuk nyata. Tapi Camon 50 memang menggendong MIL-STD-810H di atas sertifikasi IP69K-nya, tunggu, hapus itu, artinya perangkat ini sudah diuji untuk bertahan dari guncangan, getaran, semburan air bertekanan tinggi, hingga perubahan suhu ekstrem. Buat traveler atau pekerja lapangan, ini bukan fitur kosmetik.

Panel AMOLED 6,78 inci dengan kecerahan puncak 4.500 nit dan touch sampling rate 2.800 Hz masuk kategori premium untuk segmennya. Scroll terasa mulus, respons sentuhan nyaris tanpa lag, dan layar tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung. Bezel 1,75 mm menghasilkan rasio screen-to-body 89,4%. Di bawah Rp 5 juta, sulit menemukan layar sebaik ini. Bonus: ada Corning Gorilla Glass dan stereo speaker Dolby Atmos, dua hal yang jarang disebutkan tapi langsung kerasa saat dipakai.

Sektor kamera, yang memang jadi DNA seri Camon, tidak mengecewakan. Kamera utama 50MP memakai sensor Sony LYT-700C berukuran 1/1.56 inci dengan aperture f/1.8, OIS, dan PDAF. Di cahaya terang, foto tajam dengan dynamic range luas dan warna yang tidak berlebihan. Malam hari, mode SuperNight bekerja efektif, noise terkendali tanpa mengorbankan detail.

Kamera depan 32MP mumpuni untuk selfie dan video call. Ultrawide 8MP dengan sudut 112 derajat cukup fungsional, meski agak soft di sudut-sudut gambar. Untuk kelas harganya, konfigurasi ini lebih dari kompetitif, terutama dibanding rival yang mengandalkan sensor 108MP tanpa OIS. Satu catatan: video maksimal 1080p@30fps, tidak ada 4K. Bagi sebagian orang itu dealbreaker, bagi sebagian lain tidak.

Ada fitur Aqua Mode yang memungkinkan rekaman video di bawah air hingga kedalaman 2 meter. Bukan gimmick. Ini berfungsi langsung karena sertifikasi IP69K-nya memang mendukung.

Dapur pacunya pakai MediaTek Helio G200 Ultimate fabrikasi 6nm. Skor AnTuTu sekitar 578.973, single-core Geekbench 733, multi-core 1.849, dan PCMark 9.341. Agaknya angka ini cukup untuk membuktikan performa solid di kelas menengah, meski bukan untuk gamer yang mengincar frame rate tertinggi di title berat. Mobile Legends dan PUBG Mobile berjalan lancar di 60fps. Genshin Impact di setting medium juga aman. Sistem pendingin 12-layer graphite seluas 13.828 mm² menjaga suhu tetap stabil saat sesi panjang.

6.500 mAh. Angka yang tidak main-main.

Baterai itu, dalam pengujian PCMark, bertahan 23 jam 38 menit, kalau data ini bisa dipercaya, salah satu hasil tertinggi di kelasnya. Screen-on time 10 jam untuk pemakaian campuran sejalan dengan klaim tersebut. Tecno juga menjanjikan kapasitas di atas 80% setelah 1.800 siklus pengisian, setara lima tahun pemakaian normal. Pengisian 45W mengisi penuh dari nol dalam 70-80 menit, ada bypass charging untuk gaming sambil colok, dan reverse charging juga tersedia.

Software-nya, HiOS 16 berbasis Android 16, terasa bersih dan fluid. Asisten AI Ella hadir sejak setup awal, memandu instalasi secara conversational. Fitur-fiturnya mencakup perintah suara, rangkum video YouTube, balas pesan WhatsApp hands-free, hingga AI Photo Editor untuk hapus objek dan ekspansi gambar. AI Flash Memo otomatis merangkum screenshot jadi catatan singkat. Tecno menjanjikan tiga generasi update OS dan lima tahun security patch, komitmen yang jarang diberikan di segmen ini.

Bodinya tipis 7,53 mm, ringan di 179 gram. Plastik matte di belakang terasa solid, minim sidik jari, tidak murahan. Varian Malachite Green yang masuk redaksi punya tampilan elegan yang tidak berteriak.

Pertanyaannya sederhana: untuk siapa ponsel ini dibuat? Jawaban Tecno cukup jelas, mahasiswa, pekerja lapangan, traveler, siapa pun yang butuh baterai awet dan kamera layak tanpa harus keluar uang di atas Rp 5 juta. Untuk kebutuhan itu, Camon 50 4G menjawab dengan sangat meyakinkan. Kalau 5G atau performa gaming lebih berat jadi prioritas, Tecno sendiri menyarankan untuk melirik varian Pro.