Tecno memperluas lini Spark 50 dengan varian Pro yang, jujur saja, membawa lebih banyak kejutan dibanding yang wajar diharapkan dari kelas menengah.
Dari sisi desain, modul kamera belakang Spark 50 Pro terang-terangan terinspirasi gaya iPhone generasi terbaru, dengan bentukan besar dan persegi yang kini jadi tren flagship. Di balik modul megah itu cuma ada satu kamera. Satu. Tecno agaknya sadar betul bahwa kesan premium bisa dijual lewat desain, bahkan sebelum lembar spesifikasi dibuka.
Kamera tunggal itu bukan kamera asal-asalan. Resolusi 50MP dengan sensor Sony LYTIA 600 berukuran 1/1,95 inci dan aperture f/1.8 adalah kombinasi yang cukup kompetitif untuk papan tengah. Sensor seluas itu diklaim mampu menangkap detail lebih baik di kondisi cahaya minim, klaim yang masih perlu dibuktikan lewat pengujian langsung. Kalau data ini bisa dipercaya, Spark 50 Pro punya amunisi lebih dari cukup untuk menggoyang pesaing sekelasnya. Di depan, kamera selfie 8MP duduk di lubang punch-hole tengah layar.
Layarnya IPS LCD 6,78 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120Hz. Bukan AMOLED, tapi scrolling-nya mulus. Speaker stereo ganda berteknologi DTS jadi nilai tambah yang jarang ditemui di segmen ini, membuat Spark 50 Pro lebih kompetitif untuk konsumsi hiburan harian.
Dapur pacunya mengandalkan MediaTek Helio G100 Ultimate, prosesor 4G yang dipadukan RAM hingga 8GB dan penyimpanan 256GB. Cukup untuk multitasking standar dan gaming ringan. Untuk tugas berat, pengguna perlu menurunkan ekspektasi.
Soal baterai, Tecno memilih pendekatan yang tidak lazim: dua varian kapasitas bergantung wilayah. Pasar tertentu mendapat baterai 5.600 mAh dengan teknologi dual-cell, pasar lain kebagian 6.000 mAh single-cell. Keduanya didukung pengisian cepat 60W. Tecno mengklaim kesehatan baterai akan bertahan di atas 80 persen selama enam tahun pemakaian harian, angka yang patut dicermati karena ini janji jangka panjang yang sulit diverifikasi sekarang, setidaknya itu klaim manajemen.
Nah, ini yang bikin Spark 50 Pro benar-benar menarik perhatian: sertifikasi IP68 dan IP69 sekaligus, termasuk ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi. Fitur ini biasanya hanya bersarang di ponsel flagship dengan banderol dua hingga tiga kali lipat lebih mahal. Bisa jadi kartu truf Tecno di pasar yang makin sensitif terhadap daya tahan perangkat. Pertanyaannya, apakah ini cukup untuk menggeser pilihan konsumen yang sudah terlanjur setia ke merek lebih besar?
Perangkat lunaknya menjalankan HiOS 16 berbasis Android 16, lengkap dengan ekosistem AI yang Tecno sebut cukup kaya: asisten Ella AI, AI Writing, AI Health Assistant, sampai AI Noise Cancellation saat panggilan telepon. Paket yang relevan untuk segmen pengguna muda yang produktif.
Spark 50 Pro tersedia dalam lima pilihan warna: Ink Black, Titanium Grey, Midnight Blue, Dynamic Orange, dan Cloud White. Harga resmi belum diumumkan, begitu pula jadwal masuk ke pasar Indonesia. Entah kebetulan atau tidak, strategi tahan harga seperti ini kerap dipakai untuk membangun antisipasi sebelum peluncuran resmi di pasar target.