Tiga hari, tiga arah berbeda. Itulah gambaran pergerakan harga perak PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sepanjang pekan ini.
Senin (27/4), harga perak Antam dibuka melemah Rp350 ke Rp48.350 per gram. Sehari kemudian sentimen positif masuk, mendorong harga melesat Rp500 ke Rp48.850. Reli itu tidak bertahan lama. Rabu pagi (29/4), perak Antam dihajar koreksi Rp1.700 sekaligus, mendarat di Rp47.150 per gram berdasarkan data laman Logam Mulia.
Bukan angka kecil.
Yang bikin koreksi ini lebih menarik: harga perak domestik bergerak berlawanan arah dengan perak di pasar global yang justru menguat di sesi yang sama. Ini bukan anomali pertama, tapi tetap jadi pertanyaan tersendiri bagi investor ritel yang terbiasa mengacu pada harga spot XAG/USD sebagai panduan.
Di pasar internasional, XAG/USD sendiri tengah berada dalam tekanan tersendiri. Level 73,35 per ons troy disebut sebagai area kritis dengan sinyal jual yang mulai terbentuk, dan sebagian analis teknikal memasang target koreksi ke kisaran 70,00 seiring pasar menunggu arah kebijakan bank sentral utama. Ketidakpastian suku bunga, agaknya, masih jadi batu ganjal bagi logam industri ini.
Harga Antam memang tidak selalu sinkron dengan pasar luar. Ada faktor valuta asing dan kebijakan penetapan harga jual internal yang ikut bermain, ibarat pedang bermata dua: bisa meredam kejatuhan, tapi bisa juga memperdalam koreksi ketika keduanya bergerak searah. Rabu ini, divergensinya cukup tajam untuk diperhatikan.
Net tiga hari? Minus Rp1.200 per gram dari posisi pembukaan Senin. Bagi yang sempat beli di Rp48.850 kemarin, koreksi Rp1.700 dalam satu malam jelas bikin nyangkut di harga yang tidak nyaman.
Koreksi ini juga mengikuti pola harga emas Antam yang tergerus di periode yang sama, tanda tekanan bukan hanya pada perak tapi pada logam mulia secara lebih luas. Apakah ini sekadar profit taking setelah kenaikan kemarin, atau ada tekanan fundamental yang lebih dalam sedang bekerja? Kalau data beberapa hari ke depan bisa dipercaya sebagai sinyal, jawabannya kemungkinan baru terbaca setelah ada kejelasan dari arah kebijakan bank sentral yang saat ini masih menggantung.