KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Trump Mobile T1: Dalam Balutan Emas, Isinya HTC U2...

Tekno

Trump Mobile T1: Dalam Balutan Emas, Isinya HTC U24 Pro

Teardown oleh iFixit mengonfirmasi Trump Mobile T1 hampir identik dengan HTC U24 Pro, memunculkan ironi besar di balik klaim 'America First' yang selama ini digembar-gemborkan.

Ponsel Trump Mobile T1 Diduga Hanya Rebranding HTC

Setelah berbulan-bulan tertunda, Trump Mobile T1 akhirnya sampai ke tangan konsumen dan media. Yang ikut datang bersama unitnya: pertanyaan besar yang belum terjawab. Apakah ini benar-benar ponsel Amerika, atau sekadar HTC U24 Pro yang dicat ulang dan diberi stiker baru?

iFixit, bekerja sama dengan NBC News, membongkar Trump T1 dan membandingkannya langsung dengan HTC U24 Pro keluaran 2024. Hasilnya telak. Lewat pemindaian CT scanner, pembongkaran total, hingga percobaan menggabungkan sasis Trump T1 dengan papan sirkuit HTC, iFixit menyimpulkan kedua perangkat ini secara fungsional identik. Bukan sekadar mirip. Identik.

Perbedaan yang ditemukan hampir semuanya kosmetik. Posisi lampu flash sedikit digeser, kisi-kisi speaker disesuaikan, warna panel belakang jelas berbeda. Satu perbedaan teknis yang agak substansial ada pada baterai: Trump T1 memakai baterai buatan China dengan kapasitas sedikit lebih besar, tapi hanya mendukung pengisian kabel 30W, lebih lambat dibanding HTC U24 Pro. Baterai HTC sendiri diproduksi di Filipina. Untuk chipset, keduanya mengandalkan Snapdragon 7 Gen 3, dengan satu-satunya beda di pemasok memori: Micron untuk Trump T1, SK Hynix untuk HTC.

Dari mana asal kemiripan yang nyaris sempurna ini? Jawabannya agaknya ada di rantai produksi yang sama. HTC secara resmi membantah mendesain atau memproduksi ponsel untuk pihak ketiga mana pun. Tapi HTC sendiri diketahui kerap menggandeng vendor ODM (original design manufacturer) asal Tiongkok. Pengamat industri menduga Trump Mobile menggandeng vendor yang persis sama, lalu memilih model dari katalog ODM tersebut. Hasilnya: dua ponsel berbeda nama, isi yang hampir tak bisa dibedakan.

Ironi paling mencolok justru soal klaim asal-usul. Di awal peluncuran, Trump Mobile lantang menyebut ponsel ini "dibuat di Amerika Serikat." Klaim itu kini sudah hilang dari situs resminya, digantikan frasa yang jauh lebih kabur: "Dirancang dengan nilai-nilai Amerika" dan "dibentuk oleh inovasi Amerika, dengan tim Amerika membantu memandu desain dan kualitas." Pada Februari lalu, Trump Mobile menyebut kepada The Verge bahwa perakitan akhir dilakukan di Florida, manufaktur ditangani oleh apa yang mereka sebut "favored nation." Eufemisme yang, entah kebetulan atau tidak, tidak menyebut nama negara mana pun secara spesifik.

HTC U24 Pro sendiri, berdasarkan laporan The Verge, dibuat di China. Dengan baterai Trump T1 yang juga berasal dari sana, arah produksinya cukup terbaca, meski belum ada konfirmasi resmi dari Trump Mobile.

Bagi industri smartphone, model rebranding dari katalog ODM sudah jamak di pasar kelas menengah global. Yang berbeda di sini adalah konteksnya. Ponsel ini dijual dengan narasi nasionalisme ekonomi yang kencang, di bawah bendera figur yang menjadikan "America First" sebagai platform politik selama bertahun-tahun. Realitas rantai produksinya, yang sebagian besar mengarah ke Tiongkok, membuat pemasarannya terasa seperti pedang bermata dua.

Bagi calon pembeli yang melirik Trump T1 karena faktor "buatan dalam negeri," temuan iFixit ini patut dicermati sebelum merogoh kocek. Kalau data ini bisa dipercaya, pilihan ada di tangan konsumen.