Tepat di hari kelahirannya yang ke-80, 14 Juni, Donald Trump tidak benar-benar bisa menikmati pestanya dengan tenang. Gelanggang UFC bernama "The Claw" sudah berdiri megah di South Lawn Gedung Putih untuk turnamen "UFC Freedom 250", eh, tunggu, em dash dilarang. Kita mulai ulang.
Tepat di hari kelahirannya yang ke-80, 14 Juni, Donald Trump tidak benar-benar bisa menikmati pestanya dengan tenang. Gelanggang UFC bernama "The Claw" sudah berdiri di South Lawn Gedung Putih untuk turnamen "UFC Freedom 250". Tapi telepon diplomatik terus berdering. Dari Yerusalem, Moskow, sampai Kyiv.
Presiden Israel Isaac Herzog menjadi yang paling vokal. Lewat platform X, ia menyampaikan apresiasi yang jauh melampaui basa-basi protokoler, menyebut Trump sebagai benteng Israel dalam menghadapi apa yang ia sebut "kekaisaran kejahatan Iran". Framing yang keras, dan jelas mencerminkan posisi Yerusalem terhadap Teheran saat ini.
"Kami tidak akan pernah melupakan upaya tanpa lelah Anda dalam mengamankan pembebasan sandera tercinta kami," ungkap Herzog. Bukan sekadar penghormatan. Itu pengakuan bahwa dukungan Washington di bawah Trump sudah terwujud dalam aksi konkret.
Hubungan AS-Israel memang mencapai titik keakraban yang sulit ditandingi era presiden sebelumnya. Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, relokasi kedutaan besar, Perjanjian Abraham yang membuka normalisasi dengan sejumlah negara Arab. Semuanya berlabel Trump. Herzog agaknya ingin memastikan catatan sejarah itu tidak tergerus waktu.
Namun Trump tidak cukup hanya mengurus hubungan dengan sekutu. Pada hari yang sama, ia menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terpisah. Kebuntuan negosiasi damai antara Kyiv dan Moskow belum juga menemukan celah.
Pembicaraan Trump-Putin dikonfirmasi langsung oleh Kremlin. Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, menyebut percakapan itu berlangsung sekitar satu jam dalam suasana yang ia gambarkan sebagai "bersahabat dan terbuka". Agenda pembicaraan mencakup situasi bilateral, negosiasi AS-Iran, hingga serangan militer Ukraina ke wilayah Tula dan Yaroslavl yang belakangan jadi sorotan. Kremlin juga mengonfirmasi bahwa utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner akan segera berkunjung ke Moskow.
Zelensky memanfaatkan momentum ulang tahun Trump untuk dua hal sekaligus: ucapan selamat dan laporan medan perang. "Kami membahas berbagai hal yang dapat membantu mewujudkan perdamaian saat ini, dan saya memberi tahu Presiden mengenai perkembangan terbaru di medan perang serta bagaimana posisi kami semakin menguat," kata Zelensky. Keduanya sepakat melanjutkan pembahasan saat bertemu langsung di KTT G-7 di Prancis.
Gedung Putih hingga berita ini diturunkan belum merilis pernyataan resmi soal substansi kedua percakapan tersebut. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal, pasar dan pengamat kebijakan punya alasan untuk menahan napas. Sekecil apapun bocoran dari pembicaraan Trump-Putin bisa menggerakkan sentimen terhadap aset-aset sensitif geopolitik, dari minyak mentah sampai obligasi negara berkembang.
Satu ironi yang sulit diabaikan: di hari yang sama Trump dipuji Herzog karena sikapnya terhadap Iran, warganya sendiri mengkritik cara ia merayakan hari jadi. Penyelenggaraan UFC mewah di Gedung Putih dianggap kurang peka, mengingat lonjakan biaya hidup yang sebagian dipicu oleh eskalasi konflik dengan Teheran. Bukan kebetulan yang sederhana.