RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Vivo X Fold 6 Resmi Meluncur 26 Juni, Chipset Dime...

Tekno

Vivo X Fold 6 Resmi Meluncur 26 Juni, Chipset Dimensity 9500 Super Edition Jadi Andalannya

Vivo mengonfirmasi peluncuran X Fold 6 pada 26 Juni 2026 di China, mengusung chipset Dimensity 9500 Super Edition hasil kolaborasi dua tahun dengan MediaTek serta kamera 200MP dengan lensa telefoto Zeiss APO.

Vivo konfirmasi tanggal perilisan X Fold 6 pada 26 Juni 2026

Tanggal 26 Juni 2026 sudah dikunci. Vivo secara resmi mengonfirmasi jadwal peluncuran X Fold 6 di China sekaligus membuka platform pemesanan awal, mengakhiri rangkaian teaser yang sudah beredar beberapa pekan terakhir.

Yang paling menarik dari perangkat ini bukan sekadar spesifikasi kertasnya. Chipset di baliknya. Vivo X Fold 6 menjadi smartphone pertama di dunia yang mengusung MediaTek Dimensity 9500 Super Edition, chip yang dikembangkan bersama antara Vivo dan MediaTek selama hampir dua tahun, khusus untuk kebutuhan perangkat lipat. Performa NPU pada chip ini diklaim melonjak 111 persen dibanding generasi sebelumnya, sementara konsumsi dayanya terpangkas 56 persen. Kalau terbukti di pengujian nyata, angka itu tidak main-main.

Peningkatan NPU itu bukan sekadar hiasan di atas kertas. Vivo menanamkannya langsung ke sejumlah fitur AI produktivitas yang paling relevan untuk form factor layar besar. Kecepatan transkripsi luring diklaim tujuh kali lebih cepat, akurasi pengenalan suara naik 7 persen, dan ringkasan berbasis AI untuk keperluan rapat bisa diselesaikan 57 persen lebih cepat. AI File Manager untuk pemrosesan dokumen juga kecipratan peningkatan, dengan respons tanya jawab dan peringkasan teks yang diklaim 20 persen lebih responsif. Fitur-fitur ini berjalan di atas OriginOS 6 Fold, sistem operasi yang dirancang khusus untuk smartphone lipat, dengan Atomic Workbench generasi terbaru yang memungkinkan beberapa aplikasi melaju simultan dalam satu tampilan layar besar.

Soal kamera, Vivo memposisikan X Fold 6 sebagai "DSLR mini yang bisa dilipat." Klaim ambisius, tapi spesifikasinya setidaknya mencoba menopang narasi itu. Kamera utama 200MP menggunakan sensor Samsung HPB berukuran 1/1,4 inci dengan aperture f/1.68, dilengkapi chip pencitraan Blueprint V3+ yang sebelumnya menjadi andalan lini flagship Vivo. Kamera ultrawide 50MP dan kamera telefoto periskop 50MP melengkapi susunan kamera belakang. Satu catatan yang layak disebut: lensa telefoto super periskop Zeiss APO ini diklaim sebagai yang pertama hadir di perangkat lipat, mendukung aksesori teleconverter Zeiss G2 setara focal length 200mm. Bagi segmen pengguna yang selama ini merasa foldable selalu mengorbankan kualitas optik, ini agaknya jawaban Vivo. Entah cukup atau tidak, kita tunggu ulasan independennya.

Layar utama berukuran 8,02 inci menggunakan panel Samsung M14 OLED terbaru, teknologi yang sebelumnya hanya hadir di smartphone flagship premium non-lipat. Kecerahan puncak diklaim mencapai 5.000 nits pada kondisi tertentu, berlaku untuk layar dalam maupun luar. LTPO memungkinkan refresh rate menyesuaikan kebutuhan penggunaan secara dinamis. Sertifikasi TÜV Rheinland Eye Comfort 3.0 disematkan untuk menyasar pengguna yang menghabiskan berjam-jam di depan layar.

Kapasitas baterai 6.900mAh menjadikan X Fold 6 salah satu smartphone lipat dengan tangki terbesar di kelasnya saat ini, setidaknya berdasarkan data yang beredar. Sensor sidik jari ditempatkan di sisi bodi. Pilihan warna yang sudah dikonfirmasi, Blue Hole, terinspirasi dari lubang biru di dasar laut, dengan desain membulat dan tepi vertikal.

Harga dan ketersediaan lengkap baru diumumkan saat peluncuran resmi. Pertanyaannya tinggal satu: di angka berapa Vivo berani memasang banderol untuk semua klaim ini?