RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Xbox Terjang Badai: PHK 1.000 Orang dan Reset Bisn...

Tekno

Xbox Terjang Badai: PHK 1.000 Orang dan Reset Bisnis 100 Hari

Divisi game Microsoft bersiap memangkas sekitar 1.000 karyawan sambil meluncurkan program restrukturisasi bertajuk "Reset Xbox", setelah pendapatan tahunan anjlok hampir setengah miliar dolar dalam lima tahun terakhir.

Xbox Berencana PHK 1.000 Karyawan dan Siapkan Strategi Reset Bisnis

Lima tahun, lebih dari USD 20 miliar investasi, dan pendapatan yang justru merosot hampir setengah miliar dolar. Itulah kondisi keuangan internal Xbox yang kini terpampang di muka publik setelah memo rahasia manajemen bocor ke media.

Divisi game Microsoft itu akan melakukan PHK besar-besaran bulan depan, menyasar sekitar 1.000 karyawan dari operasional bisnis, anggaran pemasaran, hingga studio game. Bloomberg yang mengonfirmasi skala pemangkasan ini.

Sesaat sebelum laporan Bloomberg mencuat, CEO Xbox Asha Sharma bersama Chief Content Officer Matt Booty telah mengedarkan memo internal kepada seluruh staf. Blak-blakan soal kondisi perusahaan. "Di luar akuisisi Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir kami telah menghabiskan lebih dari USD 20 miliar untuk investasi berkelanjutan pada konten, platform, dan subsidi perangkat keras kami. Namun, pendapatan tahunan kami justru anjlok hampir setengah miliar dolar selama rentang waktu tersebut," tulis Sharma dan Booty. "Ke depannya, tren seperti ini tidak boleh terus berlanjut," tegas mereka.

Memo itu juga menandai dimulainya program restrukturisasi bertajuk "Reset Xbox" yang dijadwalkan berjalan 100 hari. Bukan efisiensi biasa. Ini perombakan total.

Tekanan tidak datang dari satu arah. Selain persoalan pendapatan, Xbox juga dihantam krisis pasokan komponen keras yang memicu lonjakan biaya produksi menjelang musim liburan 2027. Harga komponen diprediksi menembus lima kali lipat dibanding dua tahun lalu, diperparah kenaikan harga memori yang ikut terkerek. Buat tim hardware Xbox, ini bak gayung bersambut yang salah waktu.

Manajemen Xbox kini terbuka soal arah baru bisnis hardware mereka, termasuk kemungkinan menggandeng produsen PC pihak ketiga untuk memproduksi perangkat bermerek Xbox menggunakan chip AMD terbaru, bagian dari proyek berkode nama Helix. Infrastruktur platform Xbox yang ada dinilai sudah usang, tidak dirancang untuk bersaing di ekosistem gaming masa depan. Perusahaan juga mengintai peluang M&A di segmen mobile, PC, dan layanan streaming.

Satu hal yang agaknya sengaja dikunci: Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution tetap eksklusif untuk konsol Xbox. Sharma memastikan itu. Sinyal bahwa konsol fisik belum sepenuhnya ditinggalkan, atau setidaknya itu klaim manajemen untuk menjaga basis pemain setia tidak kabur lebih dulu.

Angka-angka ini bicara sendiri. Xbox bukan entitas kecil yang kekurangan modal, mereka bagian dari Microsoft. Tapi skala investasi yang tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan selama lima tahun menunjukkan ada yang tidak beres dalam model bisnis gaming mereka, bukan soal modal, melainkan soal arah. Pertanyaan yang lebih relevan buat pelaku industri: apakah "Reset Xbox" ini cukup untuk membalik kepercayaan konsumen yang bertahun-tahun lebih memilih PlayStation, atau sekadar rebranding dengan kemasan baru?