RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max Meluncur 7 Septem...

Tekno

Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max Meluncur 7 September, Ditenagai Chip Xring O3

Xiaomi mengonfirmasi peluncuran dua perangkat flagship sekaligus pada 7 September, hadir dengan prosesor Xring O3 buatan sendiri berbasis 3nm yang diklaim unggul di sisi grafis dan efisiensi daya.

Xiaomi secara rasmi umumkan Xring O3, Cipset Mercu untuk Xiaomi 18 Fold

Tanggal 7 September agaknya sudah dilingkari merah di kalender para penggemar Xiaomi. Perusahaan asal China itu resmi mengumumkan acara peluncuran dua produk unggulannya secara bersamaan: Xiaomi 18 Fold dan Xiaomi Pad 9 Pro Max, keduanya debut dengan prosesor anyar Xring O3 mulai pukul 19.00 waktu China.

Xiaomi 18 Fold bukan ponsel lipat biasa. Ini perangkat lipat pertama Xiaomi dengan rasio aspek lebar yang melipat ke dalam, sekaligus smartphone perdana yang mengandalkan Xring O3. Prosesor ini dibangun di atas fabrikasi 3nm, konfigurasi CPU 10-inti yang seluruhnya berinti besar: enam inti super besar dan empat inti besar, kecepatan clock puncak 4,35GHz. Bukan angka kecil.

Sisi grafisnya tak kalah ambisius. GPU G2-Ultra NX 16-inti yang tertanam di Xring O3 diklaim Xiaomi menghadirkan lonjakan performa grafis 85% sekaligus memangkas konsumsi daya hingga 64% dibanding generasi sebelumnya. Klaim yang masih perlu dibuktikan di kondisi penggunaan nyata, tapi kalau separuh dari angka itu terbukti, ini sudah jadi lompatan yang lumayan.

Yang menarik dari sisi teknis adalah strategi rantai pasokan yang dipakai Xiaomi. Xring O3 dipadukan dengan memori LPDDR6 dari ChangXin Memory Technologies. Artinya, prosesor dan RAM di dalam 18 Fold sama-sama dikembangkan di China, bak gayung bersambut antara dua industri lokal yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang tekanan geopolitik semikonduktor. Langkah ini terasa lebih dari sekadar keputusan teknis.

Xiaomi Pad 9 Pro Max kebagian mesin yang sama. Tablet ini sempat muncul di Geekbench dengan nomor model M367FC, mencatatkan skor 3.710 poin di single-core dan 14.319 poin di multi-core. Angka yang menempatkannya sejajar dengan tablet kelas atas lain di segmennya. Baterainya diperkirakan melampaui kapasitas 10.000 mAh dengan pengisian kabel 120W, cocok untuk sesi penyuntingan video atau menggambar panjang yang menguras daya.

Satu hal yang bikin momen ini lebih seru dari sekadar peluncuran produk rutin: Xiaomi 18 Fold hadir dua hari sebelum Apple dijadwalkan memperkenalkan iPhone Fold perdananya. Entah kebetulan atau tidak, timing ini langsung menempatkan dua pemain besar berhadapan di arena yang sama. Publik punya bahan perbandingan yang segar. Pasar merespons.

Di luar urusan gadget, Xiaomi juga menjadwalkan peluncuran tiga kendaraan listrik dalam acara yang sama: N70 Pro, N70 Max, dan N90 Max, di bawah merek Xiaomi Pengcheng. Ekspansi serentak di banyak lini sekaligus, dan tampaknya bukan langkah yang setengah-setengah.

Buat investor yang memperhatikan ekosistem teknologi China, dua peluncuran ini layak dicermati. Kemampuan Xiaomi memproduksi chip sendiri sambil terus mendorong batas spesifikasi perangkat keras adalah sinyal bahwa ambisi perusahaan ini jauh melampaui citra lama sebagai pembuat ponsel murah. Rp2,3 triliun? Bukan, ini soal taruhan yang lebih besar dari sekadar angka penjualan.