RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  AKRA Tebar Dividen Rp1 Triliun, Laba Semester I Me...

Finansial

AKRA Tebar Dividen Rp1 Triliun, Laba Semester I Melesat 21 Persen

PT AKR Corporindo Tbk umumkan dividen interim Rp50 per saham atau total sekitar Rp1 triliun, dibayar 14 Agustus 2026, di tengah capaian laba bersih Rp1,43 triliun pada paruh pertama 2026 yang ditopang lonjakan bisnis kawasan industri JIIPE.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengumumkan rencana membagikan dividen interim sebesar Rp1 triliun pada pertengahan Agustus 2026. (Foto: Ist)

Laba bersih Rp1,43 triliun di tangan, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tidak perlu berpikir lama untuk berbagi rezeki dengan pemegang saham. Perseroan mengumumkan dividen interim Rp50 per saham, yang bila dikalikan total saham beredar mencapai sekitar Rp1 triliun, tepatnya Rp1.003.673.730.000. Dana itu dijadwalkan cair ke rekening investor pada 14 Agustus 2026.

Keputusan diambil lewat Keputusan Direksi pada 21 Juli 2026, hari yang sama saat Dewan Komisaris memberikan restu. Dengan payout ratio 68,8 persen dari laba paruh pertama 2026, AKRA memang tidak setengah-setengah soal bagi hasil. Angka itu juga mencerminkan dividend yield sekitar 3,5 persen dari harga penutupan kemarin di Rp1.410, setelah saham tergerus 5,05 persen dalam sehari.

Bagi yang ingin kebagian, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh 31 Juli 2026. Recording date ditetapkan 4 Agustus 2026, pembayaran sepuluh hari sesudahnya.

Kinerja semester I-2026 yang jadi dasar pembagian ini memang tidak main-main. Laba bersih tumbuh 21 persen dari Rp1,18 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp1,43 triliun, setara Rp71,27 per saham. Pendapatan melejit 44 persen menjadi Rp30,8 triliun, dari sebelumnya Rp21,4 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Dominator tetap lini perdagangan dan distribusi dengan pendapatan Rp28,3 triliun, tumbuh 47 persen dan menyumbang 92 persen dari total topline. Tapi bintang sesungguhnya semester ini justru kawasan industri, pendapatannya meledak 102 persen menjadi Rp1,7 triliun dari Rp848 miliar setahun sebelumnya. Kontribusinya cuma 5,5 persen dari total pendapatan. Tapi marginnya bisa tembus 30 persen, jauh di atas margin perdagangan yang kurang dari 5 persen. Wajar kalau segmen ini yang paling banyak angkat laba.

Motor penggerak lonjakan itu adalah Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Sepanjang paruh pertama, AKRA aktif melego lahan di kawasan seluas 3.000 hektare tersebut, dan hasilnya terbaca jelas di laporan keuangan. Laba kotor naik 17 persen ke Rp2,3 triliun. Laba usaha ikut terkerek 17 persen ke Rp1,7 triliun.

Yang agaknya paling bikin analis tertarik adalah kondisi arus kas. Rp3,99 triliun. Itu angka arus kas dari operasi per akhir Juni 2026, berbanding Rp173 miliar di posisi yang sama tahun lalu. Lonjakan yang, kalau data ini bisa dipercaya, menandai pergeseran kualitas laba yang cukup signifikan. Penerimaan kas dari pelanggan tercatat Rp33 triliun, naik 50 persen. Posisi kas dan setara kas menanjak Rp2,2 triliun dalam enam bulan menjadi Rp8,9 triliun. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat Rp10,6 triliun, sementara total ekuitas yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk berada di Rp12,96 triliun.

Dengan kas sekencang itu, dividen Rp1 triliun bukan beban berat. Bisa jadi ini juga sinyal bahwa manajemen cukup percaya diri soal kelanjutan kinerja di semester II, terutama kalau momentum penjualan lahan JIIPE masih bisa dijaga.