RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Asing Lego BBCA Setengah Triliun, Saham Terseret k...

Finansial

Asing Lego BBCA Setengah Triliun, Saham Terseret ke Rp 6.000

Net sell asing di BBCA menembus Rp 507 miliar hanya di sesi I perdagangan Senin. Ytd, saham bank terbesar di Indonesia itu sudah amblas lebih dari seperempat nilainya.

Senin (27/4/2026) sesi pertama, investor asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 507,2 miliar. Bukan angka kecil.

Data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas mencatat volume lepasan 84,52 juta saham, dihitung berdasarkan harga rata-rata sesi I. Angka itu berkontribusi besar terhadap net sell asing di BEI yang menembus Rp 1,19 triliun, hampir separuh tekanan jual tertuju ke satu emiten.

Tunggu, ada yang perlu dikoreksi di sini: tidak ada em dash di output akhir. Mari perbaiki.

Data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas mencatat volume lepasan 84,52 juta saham, dihitung dari harga rata-rata sesi I. Dari total net sell asing di BEI sebesar Rp 1,19 triliun hari ini, hampir separuhnya tertuju ke satu emiten saja. Masif.

Harga BBCA ikut terseret. Sesi I ditutup di Rp 6.000, melemah 0,83%. Sepintas terlihat kecil. Tapi tarik ke belakang sepekan, saham ini sudah kehilangan 6,9% dari nilainya. Sepanjang tahun berjalan, koreksinya tembus 25,3%.

Seperempat kapitalisasi menguap dalam kurang dari empat bulan. Bagi yang masuk di awal tahun, angka itu terasa berat.

BBCA selama ini jadi semacam proksi kepercayaan asing terhadap pasar Indonesia, barometer mood para fund manager luar. Kalau arus keluar ini konsisten, agaknya ada sesuatu yang lebih besar sedang mereka kalkulasi, bukan sekadar profit taking biasa. Entah kebetulan atau tidak, pola ini persis seperti yang kerap muncul jelang repositioning besar di emerging market.

Pertanyaannya sekarang: di level Rp 6.000 ini, apakah BBCA sudah cukup murah untuk jadi entry point, atau tekanan jual asing belum benar-benar selesai?