IHSG membuka pekan ini dengan ledakan. Sesi pertama Senin (15/6) ditutup menguat 5,03 persen atau 302,077 poin ke level 6.309,733, nilai transaksi Rp17,20 triliun, volume 33,256 miliar saham. Dari 816 saham yang aktif diperdagangkan, 660 berakhir di zona hijau, 86 melemah, 70 stagnan. Jarang ada sesi sepagi ini yang langsung seganas ini.
Berbarengan, dana asing ikut balik badan. Data Foreign Activity Midday mencatat net foreign buy Rp257,80 miliar di seluruh pasar, total pembelian Rp5,45 triliun, penjualan Rp5,20 triliun. Bukan arus yang deras luar biasa. Tapi cukup untuk memberi sinyal bahwa selera risiko asing mulai pulih, setidaknya itu yang terbaca dari angkanya.
Yang bikin alis naik: saham paling diborong asing justru PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), net buy Rp285,93 miliar dari 142,57 juta saham. Angka ini bahkan melampaui total net buy pasar karena ada saham lain yang sekaligus dilepas asing di tempat lain. Konteks penting: TPIA sudah amblas sekitar 66 persen dari level tertingginya, tapi justru saat sahamnya terpuruk, investor barunya bertambah 11.469 SID. Akumulasi oportunistik? Bisa jadi. Averaging down yang belum tentu berakhir manis? Sama mungkinnya.
Di posisi berikutnya, asing masuk ke PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp257,56 miliar dari 41,22 juta saham, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp245,39 miliar dari 55,96 juta saham. Dua big bank ini, seperti biasa, jadi barometer selera asing. Sektor komoditas juga kebagian: PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) diborong Rp121,12 miliar dengan volume 39,28 juta saham, disusul PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp42,38 miliar, PT Timah Tbk. (TINS) Rp37,58 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp34,28 miliar.
Tekanan jual asing paling keras menghantam PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), net sell Rp179,47 miliar dari volume 1,02 miliar saham. Besar volumenya, tapi nilai absolutnya mencerminkan harga BUMI yang memang sudah di level recehan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menyusul dengan net sell Rp145,58 miliar, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp63,39 miliar dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp55,98 miliar. Empat nama, semuanya dari ekosistem batu bara, entah kebetulan atau tidak.
Dari jajaran big caps, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ikut dilepas asing meski nilainya relatif kecil, Rp38,85 miliar. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp16,85 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Rp15,97 miliar, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) Rp15,17 miliar melengkapi daftar net sell.
Satu sesi, satu gambar yang agak paradoksal: asing masuk ke saham petrokimia yang sudah babak belur, keluar dari batu bara yang setahun lalu jadi darling. Rotasi sektoral, atau sekadar oportunisme jangka pendek? Pertanyaannya, pasar sesi kedua akan jawab itu dengan caranya sendiri.