RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bank Jakarta dan TVS Ramaikan Jakarta Fair 2026, S...

Finansial

Bank Jakarta dan TVS Ramaikan Jakarta Fair 2026, Satu Arena Dua Strategi Berbeda

Dari layanan perbankan digital hingga peluncuran kendaraan niaga roda tiga, Jakarta Fair 2026 menjadi arena unjuk gigi bagi Bank Jakarta dan TVS Motor Indonesia selama sebulan penuh di JIExpo Kemayoran.

Bank Jakarta Dorong Pemanfaatan Layanan Digital di Jakarta Fair 2026

Jakarta Fair 2026 resmi dibuka 11 Juni lalu, dan dua nama langsung mencuri perhatian: bank daerah yang ingin membuktikan diri masih relevan di era digital, dan produsen motor yang membawa amunisi baru ke pasar roda dua.

Bank Jakarta hadir bukan sekadar pasang spanduk. Tahun ini, bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu memperkenalkan konsep Engagement Store yang, agaknya, jadi terobosan paling ambisius mereka di ajang tahunan ini. Kolaborasi dengan Blibli menjadi poin utama konsep tersebut, memadukan layanan perbankan konvensional dengan pengalaman belanja e-commerce secara langsung di area pameran yang berlangsung hingga 12 Juli 2026.

Di booth itu, pengunjung bisa membuka rekening lewat aplikasi JakOne, mengajukan kredit, sekaligus menarik atau menyetor tunai melalui mesin ATM Cash Recycling Machine. Ada pula layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama yang bisa diselesaikan di lokasi, baik lewat EDC maupun JakOne Mobile. Satu tempat, banyak urusan beres.

"Masyarakat dapat menggunakan aplikasi JakOne Mobile untuk bertransaksi di berbagai merchant Jakarta Fair 2026 maupun tenant UMKM yang tersedia di berbagai hall di area Jakarta Fair," ujar Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo saat pembukaan pameran. Pesan yang ingin disampaikan jelas: digitalisasi bukan cuma untuk nasabah kota besar, tapi juga untuk pedagang kecil yang mangkal di arena pameran.

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong inovasi dan memperluas kolaborasi demi ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Klaim yang masih perlu dibuktikan lewat angka adopsi pengguna aktif JakOne, tapi setidaknya arahnya sudah terbaca.

Agak berbeda suasananya di Hall A No. 23. TVS Motor Company Indonesia tampil dengan area booth yang lebih luas dibanding tahun lalu dan membawa sesuatu yang belum pernah mereka pajang sebelumnya di Jakarta Fair: TVS Armado, kendaraan niaga roda tiga yang diluncurkan beberapa bulan lalu.

Armado jadi bintang utama. Sasis TLA-nya diklaim kokoh, bak kargo sepanjang 2 meter, daya angkut maksimal 840 kg. Untuk ukuran kendaraan niaga, angka itu tidak main-main. Selama masa pameran, harganya dipatok Rp 34,9 juta OTR Jakarta, lengkap dengan diskon langsung Rp 2 juta baik untuk transaksi tunai maupun kredit.

Tapi TVS tidak cuma mengandalkan Armado. Skutik Callisto 125 mendapat tiga pilihan warna baru, Emerald Green, Mint Green, dan Pinky Promise, dengan harga mulai Rp 22,5 juta OTR Jakarta. Motor sport neo-retro Ronin kebagian varian Midnight Blue di banderol Rp 36,5 juta. Motor listrik iQube S hadir dengan klaim jarak tempuh nyata 115 km, kecepatan maksimal 80 km/jam, dan harga Rp 29,9 juta. Skutik paling terjangkau, Dazz 110cc, masuk di angka Rp 15,39 juta OTR Jakarta.

"Satu hal yang paling berbeda adalah di Jakarta Fair tahun ini, kami menampilkan produk baru kendaraan niaga yang diluncurkan beberapa bulan lalu, motor roda tiga TVS Armado," ujar Country Head of Sales TVS Motor Company Indonesia Alvin Tan.

Promo Serbu, begitu TVS menamai program penjualannya, menawarkan bonus pembelian yang cukup menggoda: Sling Bag dan Hip Bag untuk pembeli Ronin, Bracket dan Box SHAD untuk pembeli Callisto, voucher belanja Rp 1 juta untuk yang memilih iQube S. Ada pula potongan harga tambahan mulai Rp 1 jutaan khusus transaksi di area Jakarta Fair.

Dua brand, satu arena, strategi yang berseberangan. Bank Jakarta bertaruh pada inklusi digital dan kedekatan dengan nasabah ritel. TVS bertaruh pada keragaman produk dan agresivitas promosi. Keduanya punya waktu hingga 12 Juli untuk membuktikan bahwa kehadiran mereka di Kemayoran bukan sekadar formalitas tahunan.