RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bank Mandiri Raih Laba Rp15,4 T di Q1 2026, Kredit...

Finansial

Bank Mandiri Raih Laba Rp15,4 T di Q1 2026, Kredit Tumbuh 17,4%

Di tengah tekanan global yang kian kompleks, Bank Mandiri justru membukukan kinerja kuartal pertama yang solid: laba bersih Rp15,4 triliun, kredit tembus Rp1.530 triliun, dan transaksi digital meledak hingga 1,25 miliar kali.

Laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp15,4 triliun di kuartal I 2026, tumbuh 16,6% secara tahunan. Bukan angka kecil, apalagi diraih saat banyak pelaku pasar masih was-was dengan arah suku bunga global dan pelemahan rupiah.

Dari sisi kredit, BMRI membukukan pertumbuhan 17,4% year on year, dengan total penyaluran kredit menyentuh Rp1.530 triliun. Manajemen menyebut ekspansi ini bukan sekadar kejar volume, melainkan terarah ke sektor-sektor yang dinilai resilien terhadap gejolak eksternal. Strategi selektif saat ketidakpastian membayangi, bisa jadi memang pilihan paling masuk akal saat ini.

Likuiditas? Sangat memadai. Dana pihak ketiga tumbuh lebih kencang dari kredit, naik 21,1% yoy menjadi Rp1.675 triliun. Dana murah alias CASA ikut terkerek 12,7% ke angka Rp1.201 triliun, artinya biaya dana BMRI relatif terjaga meski tekanan suku bunga tinggi belum sepenuhnya mereda.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyebut pertumbuhan ini ditopang fundamental bisnis yang kuat serta ekspansi yang terarah ke sektor-sektor prospektif dan resilien.

Yang justru lebih menarik, cerita di sisi digital. Livin' by Mandiri mencatat 1,25 miliar transaksi hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini. Penggunanya kini hampir 39 juta, tumbuh 27%, dengan akuisisi rata-rata 27 ribu pengguna baru per hari. Masif.

Ekosistem digital BMRI tidak berhenti di segmen retail. Kopra by Mandiri, platform untuk nasabah korporat dan bisnis, telah melayani sekitar 335 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 27%, dengan frekuensi transaksi naik 13% ke 395 juta transaksi. Yang perlu digarisbawahi: 85% penggunanya pelaku UMKM, bukan korporasi besar. Livin' Merchant sudah menjangkau 3,3 juta merchant terdaftar, 63% di antaranya dari kawasan non-urban.

"Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya adalah sarana untuk menjangkau nasabah dengan efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar," kata Direktur Finance & Strategy BMRI Novita Widya Anggraini.

Ada satu catatan yang tidak bisa diabaikan: BMRI melepas kepemilikan di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) ke Danantara dalam periode ini. Transaksi itu ikut mewarnai struktur laporan keuangan kuartal pertama, kalau data ini bisa dipercaya sebagai faktor satu kali. Secara operasional, bisnis inti bank tetap melaju.

Dengan loan-to-deposit ratio yang terjaga berkat DPK yang tumbuh lebih cepat dari kredit, BMRI punya ruang cukup untuk ekspansi lanjutan. Pertanyaannya, apakah momentum ini bisa bertahan jika tekanan eksternal kembali memuncak? Punya pilihan, setidaknya, sudah jadi keunggulan tersendiri.