Tiga pekan terseok di bawah $64.000, Bitcoin akhirnya menemukan momentumnya kembali pada Senin (15/6/2026) pagi. Katalisnya bukan dari dalam negeri kripto sendiri, melainkan dari meja diplomasi: Washington dan Teheran dilaporkan bergerak serius menuju kesepakatan damai.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 07.31 WIB, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di $65.700, naik 1,93 persen dalam 24 jam terakhir. Dengan kurs Rp 17.860, satu koin BTC kini dihargai sekitar Rp 1,16 miliar. Kapitalisasi pasarnya menyentuh $1,27 triliun, setara Rp 23.110 triliun.
Trump dilaporkan telah menandatangani draf awal perjanjian damai dengan Iran. Belum final, belum mengikat, tapi pasar tidak menunggu tinta kering. Sinyal deeskalasi itu langsung dibaca sebagai kabar berakhirnya babak paling menegangkan dalam konflik yang berbulan-bulan menguras aset berisiko. Ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz pun perlahan meredam spekulasi lonjakan harga energi lebih lanjut, yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran inflasi paling nyata.
Reli ini terasa lebih solid dibanding sekadar euforia sesaat, kalau data arus dana institusional dijadikan patokan. Bitcoin mengakhiri tren arus keluar selama lima hari berturut-turut dengan net inflow $85,8 juta, atau sekitar Rp 1,52 triliun. Entah kebetulan atau tidak, lembaga-lembaga besar itu kembali masuk tepat saat sentimen geopolitik berbalik arah.
Bensin tambahan datang dari pasar derivatif. Likuidasi posisi short senilai $115,36 juta (Rp 2,05 triliun) terjadi dalam 24 jam terakhir, melonjak 184,74 persen dari hari sebelumnya. Short squeeze seperti ini bak gayung bersambut dengan momentum geopolitik, dan hasilnya terasa di harga.
Ethereum (ETH) ikut terangkat ke $1.719, naik 2,09 persen harian. Solana (SOL) bahkan lebih agresif: menguat 3,35 persen dalam sehari dan memimpin apresiasi mingguan di jajaran sepuluh besar dengan lonjakan 7,42 persen ke $71,24. Hyperliquid (HYPE) menyusul dengan kenaikan 4,99 persen.
Sisi sebaliknya cermin retak dari reli ini ada di Zcash (ZEC). Pekan lalu ZEC melesat karena statusnya sebagai aset privasi laku keras saat konflik memanas. Begitu sentimen berbalik, rotasi modal keluar terjadi cepat dan brutal. ZEC amblas 11,90 persen dalam sehari, 9,38 persen dalam sepekan, ke level $472. Angka yang mengonfirmasi satu hal: permintaan terhadap ZEC sebelumnya murni didorong kepanikan situasional, bukan keyakinan fundamental.
Struktur makro? Belum berubah. Inflasi di AS masih persisten, data ketenagakerjaan JOLTS tetap kuat, dan The Fed di bawah Ketua Kevin Warsh agaknya belum punya alasan untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Likuiditas ketat berarti ruang kenaikan aset digital tetap terbatas, setidaknya itu klaim yang sulit dibantah untuk jangka menengah.
Kenaikan hari ini terasa lebih seperti napas lega dibanding awal tren baru. Bagi yang masih nyangkut dari area $80.000, momentum ini bisa jadi kesempatan untuk evaluasi portofolio. Bukan serta-merta sinyal beli tambah.