RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BitMEX Bantah Klaim Rugi $14 Miliar, AVAX Meledak...

Finansial

BitMEX Bantah Klaim Rugi $14 Miliar, AVAX Meledak Usai Pengumuman Piala Dunia

BitMEX menepis laporan kerugian fantastis $14 miliar yang dikaitkan dengan strategi tertentu, sementara pasar kripto bergejolak dengan lonjakan AVAX dan manuver Michael Saylor yang kembali menjual BTC.

Harga Avalanche (AVAX), grafik, kap pasar, dan metrik lainnya | CoinMarketCap

Sepekan terakhir cukup ramai. BitMEX, bursa derivatif yang namanya sudah lekat dengan volatilitas pasar aset digital, secara tegas membantah klaim yang menyebut platform tersebut menanggung kerugian $14 miliar, atau sekitar Rp228 triliun. Manajemen BitMEX menegaskan angka itu tidak mencerminkan kondisi keuangan aktual mereka. Setidaknya itu klaim manajemen, karena tidak ada verifikasi dari laporan resmi pihak ketiga yang bisa mengonfirmasi maupun membantah cifra tersebut.

Nama Michael Saylor juga kembali muncul di headline. Pendiri MicroStrategy itu dilaporkan kembali melepas sebagian kepemilikan Bitcoin pribadinya, langkah yang agaknya terasa janggal bagi banyak pengamat. Saylor selama ini dikenal sebagai salah satu "hodler" paling vokal di industri. Bukan kali pertama, memang. Ia sesekali melakukan aksi jual bertahap sementara perusahaannya terus menumpuk BTC, strategi ibarat pedang bermata dua yang tak pernah selesai diperdebatkan komunitas kripto.

Avalanche yang paling bikin heboh minggu ini. Token AVAX melesat setelah pengumuman kemitraan yang mengaitkan ekosistem blockchain itu dengan gelaran Piala Dunia. Kedengarannya seperti marketing stunt. Tapi pasar jelas tidak berpikir begitu, setidaknya dalam 48 jam pertama. Volume transaksi AVAX meledak setelah berita beredar, membuktikan bahwa narasi "adopsi massal" sekecil apa pun masih cukup untuk menggerakkan harga secara dramatis.

Konteks makro ikut mewarnai. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap harga minyak turut menekan selera risiko investor global. Kepala IATA bahkan memperingatkan kenaikan harga bahan bakar jet bisa mendorong lebih banyak maskapai murah bangkrut atau diakuisisi tahun ini. Rambatannya ke pasar kripto? Nyata, meski tidak langsung. Aset berisiko, kripto termasuk, kena imbasnya.

Pertanyaannya, berapa lama euforia AVAX ini bertahan? Belum ada yang bisa jawab. Bagi investor ritel yang terlambat masuk setelah harga sudah naik, risiko nyangkut di level tinggi tetap nyata, entah kebetulan atau tidak, polanya selalu berulang setiap siklus.