RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BUMI Caplok Loyal Metals Rp1 Triliun, LLM Hengkang...

Finansial

BUMI Caplok Loyal Metals Rp1 Triliun, LLM Hengkang dari ASX

PT Bumi Resources Tbk rampungkan akuisisi 100% saham tambang emas Australia, Loyal Metals Ltd, senilai AU$79,06 juta dengan premi 40-50% dari harga pasar. Saham LLM kini delisting dari bursa ASX.

Cari Peluang di Negeri Seberang

Transaksi rampung Jumat (4/9). Tiga hari berselang, saham Loyal Metals Ltd (LLM) resmi hilang dari papan perdagangan bursa Australia.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menuntaskan akuisisi 100% saham perusahaan tambang mineral kritis asal Australia itu lewat entitas lokalnya, Bumi Resources Australia Pty. Ltd. (BRA), senilai AU$79,06 juta atau sekitar Rp1 triliun. Harga eksekusi dipatok AU$0,45 per lembar, setara premi 40-50% di atas harga pasar LLM sebelum kesepakatan awal diteken pada April 2026. Bukan angka yang murah.

Otoritas ASX mengonfirmasi delisting LLM berlaku efektif pada penutupan perdagangan Senin (7/9), merujuk pada Peraturan Pencatatan nomor 17.11. Suspensi sahamnya sudah berjalan sejak 25 Agustus, tepat untuk memuluskan transisi kepemilikan. Seluruh pemegang saham yang tercatat hingga 28 Agustus 2026 disebut telah menerima pembayaran tunai dari BRA.

"Dengan demikian, perseroan melalui BRA telah memiliki 100% saham Loyal," ujar Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti, Senin (7/9). Manajemen LLM menyatakan Scheme of Arrangement sudah diimplementasikan penuh.

Dua nama juga tercatat mendampingi proses transisi ini: Steinepreis Paganin sebagai penasihat hukum dan Canaccord Genuity sebagai penasihat keuangan, keduanya wajah lama dalam transaksi merger dan akuisisi di pasar modal Australia.

Akuisisi LLM bukan gerakan impulsif. Ini bagian dari pola ekspansi anorganik yang tengah digenjot sejumlah emiten tambang Indonesia ke luar negeri, strategi mengamankan eksposur ke komoditas mineral kritis yang makin diperebutkan secara global. Kalau tren ini bisa dipercaya, BUMI agaknya tidak mau ketinggalan momentum itu. Pertanyaannya, seberapa jauh ekspansi ini akan berlanjut?

Di balik transaksi ini, Grup Bakrie dan Salim tercatat sebagai penerima manfaat akhir saham BUMI, memegang 45,78% lewat Mach Energi (Hongkong) Limited. Kongsi dua grup besar itulah yang kini efektif mengendalikan aset tambang yang baru saja keluar dari radar publik Australia.