Sudirman dan Thamrin pagi ini bukan milik para pelari pagi santai. Ruas jalan yang tiap Minggu lazimnya dipenuhi warga berolahraga bebas kendaraan itu, 14 Juni 2026, berubah fungsi menjadi lintasan balap internasional: BTN Jakarta International Marathon 2026, atau JAKIM 2026, resmi mengambil alih.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengumumkan peniadaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor, yang lebih dikenal sebagai Car Free Day, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, serta H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pengumuman itu sudah beredar sejak Sabtu, 13 Juni, sehingga warga sempat mendapat waktu sehari untuk menyesuaikan rencana. "Sehubungan dengan adanya kegiatan internasional pada Minggu 14 Juni 2026, HBKB di Jalan Jenderal Sudirman - M.H. Thamrin, Jakarta Pusat dan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan ditiadakan," bunyi keterangan resmi Dishub DKI.
Dasar hukumnya mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016, Pasal 5 ayat (1), yang memang memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk membatalkan CFD apabila ada kegiatan berskala nasional atau internasional yang membutuhkan pengaturan lalu lintas khusus. Bukan preseden baru. Tapi tiap kali CFD ditiadakan, selalu ada sebagian warga yang kecele karena kurang update.
Para peserta JAKIM 2026 sudah mendapat arahan untuk memanfaatkan shelter bus menuju titik start, skema logistik yang disiapkan untuk mencegah kemacetan dadakan di sekitar area perlombaan. Lomba bertaraf internasional ini menarik pelari dari dalam dan luar negeri, menjadikan koridor Sudirman-Thamrin sebagai panggung olahraga yang, setidaknya untuk satu pagi, sejajar dengan kota-kota maraton dunia.
Bagi pengguna kendaraan bermotor, ada kabar baik: jalan tetap bisa dilintasi normal, tanpa penutupan ala CFD yang biasa berlaku pukul 05.30 hingga 10.00 WIB. Dishub juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk tetap patuh aturan lalu lintas dan mendahulukan keselamatan, mengingat sebagian jalur agaknya masih terdampak pengamanan event.
CFD Jakarta bukan sekadar agenda mingguan biasa. Program ini dirancang untuk menekan emisi kendaraan, memberi ruang publik untuk aktivitas fisik, sekaligus membangun kesadaran lingkungan warga kota. Kawasan Rasuna Said pun sudah masuk sebagai lokasi CFD terbaru, memperluas jangkauan program ke Jakarta Selatan. Satu Minggu absen karena maraton internasional, tentu bisa dimaklumi. Pertanyaannya: seberapa sering agenda serupa bakal kembali menggeser rutinitas warga Jakarta ke pinggir kalender?