RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Dana Asing Kabur US$70 Miliar dari Pasar Berkemban...

Ekonomi

Dana Asing Kabur US$70 Miliar dari Pasar Berkembang, Asia Paling Babak Belur

Arus keluar dana asing dari pasar berkembang mencapai US$70,3 miliar atau sekitar Rp1.155 triliun pada Maret 2026, level tertinggi sejak krisis pandemi enam tahun lalu. Ekuitas Asia jadi korban utama.

US$70,3 miliar. Bukan angka kecil.

Itulah besaran arus keluar dana asing dari pasar berkembang sepanjang Maret 2026, terbesar sejak Maret 2020 ketika pandemi Covid-19 pertama kali memorak-porandakan sentimen global. Institute of International Finance (IIF) merilis angka itu pekan ini dalam laporan terbarunya.

Dari total dana yang hengkang, US$56 miliar berasal dari ekuitas saja. Tertinggi dalam setidaknya dua dekade. Bukan sekadar koreksi biasa, ini pembalikan yang brutal.

Asia kena tampar paling keras. Pasar saham di kawasan ini menjadi epicentrum aksi jual investor global yang mendadak kehilangan selera risiko. Instrumen pendapatan tetap juga terseret, meski volumenya lebih terbatas ketimbang ekuitas.

IIF menyebut kondisi ini sebagai "sharp regime break following a major geopolitical shock", pembalikan tajam yang terasa lebih menyakitkan karena datang setelah dua bulan pertama 2026 justru diwarnai arus masuk yang deras. Januari positif besar. Februari masih positif. Maret, semuanya amblas.

Pemicunya sudah jelas: konflik Iran yang pecah akhir Februari. Harga minyak melonjak lebih dari 50% dalam hitungan singkat, menembus US$100 per barel. Bak alarm kebakaran bagi investor global, lonjakan itu memicu pemangkasan eksposur ke aset-aset berisiko secara serentak, dan pasar berkembang masuk daftar paling awal dibuang.

Ada sinyal yang agaknya perlu dibaca hati-hati oleh pelaku pasar domestik. Ketika minyak bertahan di atas US$100, inflasi impor mengancam, defisit neraca berjalan negara-negara net importer minyak melebar, dan ruang bank sentral untuk bermanuver menyempit. Indonesia ada di daftar itu.

Apakah Maret ini puncaknya, atau cuma babak pertama? Data April yang akan menjawab.