Kabar dari Islamabad cukup untuk menggerakkan pasar kripto. Setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa draf akhir kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran sudah tercapai, harga Bitcoin langsung memantul ke kisaran US$64.100, naik sekitar 1,2-1,4% dalam 24 jam. Total nilai pasar aset kripto ikut menguat sekitar 1%, mendekati US$2,2 triliun.
Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator utama, menyatakan finalisasi kesepakatan kemungkinan rampung dalam 24 jam. "Perdamaian tidak pernah sedekat sekarang," tulisnya di platform X, Sabtu (13/6/2026). Pakistan disebut tengah bersiap untuk penandatanganan secara elektronik, diikuti pembicaraan teknis pada minggu berikutnya.
Dari Teheran, Juru Bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa "kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu" dan proses kini berada di tahap akhir peninjauan internal. Menlu Iran Abbas Araghchi lebih jauh menyebut dokumen itu, yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad, bakal secara resmi mengakhiri konflik di seluruh front, termasuk Lebanon. Araghchi juga mengklaim ini pertama kalinya dalam 47 tahun AS secara eksplisit menyatakan penghormatan terhadap kedaulatan Iran.
Washington memberi gambaran yang cukup keras soal isi kesepakatan. Pejabat Gedung Putih menyebut Iran telah menyetujui skema berbasis kinerja: material nuklir akan dihancurkan dan dipindahkan, program nuklir dibongkar, dan keringanan sanksi baru hanya mengalir setelah Iran memenuhi kewajiban. Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan tidak ada dana yang akan dicairkan hanya karena perjanjian ditandatangani.
Tapi pasar agaknya terlalu cepat bersemangat. Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai optimisme itu perlu direm. Ia curiga klaim finalisasi ini lebih bersifat taktis dari pihak Iran. "Iran sepertinya main kartu seperti Trump. Mengklaim saja sepihak biar nanti dibantah," katanya saat dihubungi, Minggu (14/6/2026). Belum ada dokumen, tegasnya, yang disepakati oleh kedua belah pihak secara resmi.
Grafik Bitcoin pun mencerminkan keraguan serupa. Crypto Fear and Greed Index masih bertengger di angka 20, zona ketakutan ekstrem. BTC memang sudah kembali di atas 20 EMA dan 50 EMA, sinyal bahwa aksi jual panik sudah mereda. Dua resistance besar masih menghadang: 100 EMA di US$66.100 dan 200 EMA di US$69.650. Sebelum jebol US$66.000, reli ini belum bisa disebut pemulihan sungguhan.
Selat Hormuz tetap jadi variabel kritis yang tidak bisa diabaikan investor. Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono mengingatkan bahwa jalur ini mengalirkan sebagian besar perdagangan minyak dunia, dan setiap perubahan pengaturannya langsung memukul harga komoditas global. Iran sendiri sudah menegaskan posisi: Selat Hormuz berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman, sehingga pengaturannya bisa berubah sesuai kepentingan dua negara itu.
Soal mekanisme penandatanganan, Araghchi menyebut nota kesepahaman bisa diteken dalam beberapa hari secara digital, sementara Swiss telah menawarkan Jenewa sebagai lokasi resmi jika kedua pihak setuju. Setelahnya, ada fase negosiasi lanjutan sekitar 60 hari yang membahas detail pencabutan sanksi, program nuklir, dan rekonstruksi Iran.
Pertanyaannya bukan apakah kesepakatan ini akan ditandatangani, tapi apakah bertahan. Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Qalibaf sudah pasang ancaman: "Komitmen yang dibuat harus ditepati. Tidak ada jika, tidak ada tetapi, tidak ada alasan." Anton di Senayan juga mengingatkan bahwa AS punya rekam jejak yang tidak selalu menyenangkan soal kepatuhan terhadap komitmen internasional. Harga minyak dan aset berisiko mungkin melesat lebih dulu. Potensi reversal-nya? Sama besarnya.