RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  ECB Naikkan Suku Bunga Pertama Kali Sejak 2023, Ju...

Ekonomi

ECB Naikkan Suku Bunga Pertama Kali Sejak 2023, Juli Belum Dicoret

Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 2,25 persen di tengah lonjakan inflasi akibat perang Iran. Kenaikan lanjutan bulan Juli belum tertutup kemungkinannya.

Inflasi Melonjak, ECB Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Lagi Juli - Global

Tekanan inflasi dari perang Iran akhirnya memaksa Bank Sentral Eropa mengambil langkah yang sudah lama ditahan: menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 2,25 persen, pertama kalinya dalam hampir tiga tahun terakhir.

Keputusan Dewan Gubernur ECB pada Kamis ini bukan sekadar angka. Ini pengakuan resmi bahwa guncangan energi dari konflik Iran-AS yang kini melewati hari ke-100 sudah terlalu besar untuk diabaikan. Inflasi kawasan euro tercatat 3,2 persen pada Mei 2026, jauh melampaui target 2 persen yang selama ini dijaga ketat oleh Frankfurt. Penutupan Selat Hormuz dan terganggunya produksi energi di Timur Tengah jadi bahan bakar utama lonjakan harga ini. Bak pedang bermata dua, kebijakan moneter yang lebih ketat kini harus ditempuh justru saat ekonomi kawasan paling rentan.

Dalam keterangan resminya, ECB menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah telah memicu tekanan inflasi dan keputusan kenaikan suku bunga ini dinilai kuat di berbagai skenario yang memetakan bagaimana guncangan tersebut dapat berkembang.

Proyeksi inflasi pun direvisi naik. ECB kini memperkirakan inflasi utama zona euro rata-rata 3 persen sepanjang 2026, lalu melandai ke 2,3 persen pada 2027, dan kembali ke target di 2028. Proyeksi pertumbuhan justru dipangkas: 0,8 persen tahun ini, 1,2 persen pada 2027, 1,5 persen pada 2028. Ekonomi zona euro yang pada kuartal I-2026 hanya tumbuh 0,1 persen adalah cermin retak dari betapa tipisnya ruang gerak pemulihan.

Presiden ECB Christine Lagarde tidak banyak memberi kepastian saat konferensi pers. Prospek ekonomi masih diselimuti ketidakpastian tinggi, risiko inflasi cenderung naik, risiko pertumbuhan tetap tertekan. "Kami tidak berkomitmen pada jalur suku bunga tertentu," tegasnya. Kalimat yang agaknya sengaja dipilih agar ECB punya ruang manuver ke segala arah.

Nah, di sinilah pasar mulai berhitung ulang. Konsensus analis sebelumnya menunjuk September sebagai jadwal kenaikan berikutnya, saat proyeksi kuartalan diperbarui. Tapi sejumlah sumber internal ECB yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut opsi kenaikan pada Juli tidak bisa begitu saja dicoret. Pemicunya kekhawatiran bahwa inflasi bisa kembali mengejutkan kalau situasi geopolitik memburuk lebih cepat dari perkiraan.

Ada syaratnya, tentu. Kalau kondisi ekonomi dan geopolitik membaik dalam beberapa pekan ini, ECB masih bisa memilih menahan di Juli. Juru bicara ECB menolak berkomentar soal spekulasi tersebut. Anggota Dewan Gubernur Robert Holzmann juga menutup rapat soal arah pertemuan berikutnya. Dua penolakan sekaligus. Sikap yang bisa dibaca dua cara.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah ada kenaikan berikutnya. Melainkan seberapa cepat ECB akan menarik pelatuknya lagi.