Jumat kemarin IHSG dihajar habis. Indeks ditutup anjlok 249,11 poin atau 3,38 persen ke level 7.129,49, dengan koreksi mingguan mencapai 6,61 persen, disertai tekanan jual yang, jujur saja, terasa berat sekali.
Sekarang pertanyaannya satu: apakah 7.000 akan bertahan?
Dua sekuritas kompak memperingatkan level psikologis itu bisa diuji hari ini. Phintraco Sekuritas menyebut IHSG berpotensi menguji kisaran 7.000 secara teknikal. MNC Sekuritas memperkirakan area koreksi terdekat ada di 7.022 hingga 7.115, sekaligus menutup gap yang masih menganga. Dalam hitungan Elliott Wave, MNC menempatkan posisi IHSG saat ini di bagian wave [v] atau alternatifnya di penghujung wave [b] dari wave B. Dua skenario, keduanya sama-sama mengarah ke bawah.
Sentimen penekannya bukan satu dua. Perang di Timur Tengah kian merembet ke jalur energi global, pemblokiran Selat Hormuz memantik kekhawatiran pasokan minyak yang tidak kunjung reda. Harga minyak mentah memang sedikit melemah seiring spekulasi perundingan AS dan Iran di Pakistan, tapi pasar agaknya belum cukup yakin perdamaian betul-betul sudah di depan mata.
Tiga variabel domestik kini ikut masuk radar investor. Pertama, nilai tukar rupiah yang tergerus. Kedua, tekanan inflasi yang bisa merembet dari kenaikan harga energi. Ketiga, potensi pelebaran defisit APBN 2026, dan ini yang paling bikin was-was, di tengah tekanan fiskal yang sudah ada sebelum konflik ini pecah.
Belum cukup? Moody's baru saja merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski rating Baa2 atau satu tingkat di atas investment grade tetap dipertahankan. Bagi sebagian fund manager, perubahan outlook saja sudah cukup untuk memicu repositioning portofolio. Bukan panik. Siaga.
Masif. Itulah kata yang paling pas menggambarkan tekanan jual sepekan terakhir.
Kedua sekuritas tetap menyodorkan watchlist saham pilihan. Phintraco merekomendasikan ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ, dan SRTG untuk dicermati hari ini. MNC Sekuritas punya pilihan yang lebih pendek: ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA. ADMR muncul di dua daftar sekaligus, entah kebetulan atau tidak, tapi layak dicatat.
Untuk investor ritel yang sudah nyangkut di level atas, hari ini mungkin bukan waktunya average down terburu-buru. Tunggu dulu konfirmasi: apakah 7.000 betul-betul jadi support, atau cuma transit sebelum IHSG mencari lantai berikutnya.