RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Inflasi Daerah Dipelototi Pusat, Cabai Merah Lagi-...

Ekonomi

Inflasi Daerah Dipelototi Pusat, Cabai Merah Lagi-Lagi Jadi Biang Kerok

Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Bener Meriah mencatat perubahan IPH sebesar 0,38% pada minggu pertama September 2026, dengan cabai merah menjadi penyumbang andil terbesar.

Indonesia's November inflation driven by chili pepper prices: BPS - ANTARA News

Cabai merah lagi. Komoditas yang hampir selalu nongol di setiap rapat inflasi ini kembali menjadi penyumbang andil terbesar Indeks Perkembangan Harga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan kontribusi 0,39% pada minggu pertama September 2026.

Perubahan IPH Bener Meriah pekan ini tercatat 0,38%. Angka yang cukup untuk membuat pemda tetap siaga. Selain cabai merah, daging ayam ras menyumbang 0,23% dan mie kering instan 0,19%. Tiga komoditas itu, jujur saja, adalah trio yang sama-sama akrab di laporan inflasi daerah manapun di Indonesia.

Data ini disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah, Ihsan, saat memimpin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bener Meriah dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Minggu Pertama September 2026, digelar virtual bersama Kementerian Dalam Negeri, Senin (7/9/2026). Ihsan menyebut ketiga komoditas itu menjadi prioritas pemantauan pihaknya.

Rakor daring itu diikuti jajaran yang cukup luas: unsur kementerian dan lembaga negara, kepala daerah mulai gubernur hingga bupati dan wali kota, TPID provinsi dan kabupaten/kota, Forkopimda, sampai Badan Pusat Statistik. Format virtual agaknya sudah jadi rutinitas yang efisien bagi Kemendagri, memantau tekanan harga serentak dari seluruh penjuru daerah tanpa perlu mengumpulkan ratusan pejabat ke Jakarta.

Masih dari rapat yang sama, Wakil Bupati setempat menyuarakan harapan agar pergeseran anggaran tidak lagi terjadi mulai 2027. Pergeseran anggaran kerap menjadi penanda lemahnya perencanaan keuangan di awal tahun. Kalau pemda sudah sibuk merealokasi pos anggaran di tengah perjalanan fiskal, fokus pada pengendalian harga pun bisa terpecah.

Bagi yang memantau daya beli masyarakat di sentra pertanian seperti Bener Meriah, angka IPH mingguan ini layak dicermati. Tekanan harga di level kabupaten bisa jadi sinyal awal sebelum angka inflasi resmi BPS bulanan keluar. Pertanyaannya: apakah tekanan dari cabai dan ayam ini musiman, atau ada faktor suplai yang lebih dalam dari itu?