Selama ini, menyimpan Bitcoin lebih dari setahun di Jerman berarti satu hal: cuan bebas pajak. Aturan itu agaknya akan segera berakhir.
Pemerintah Jerman berencana menghapus insentif bebas pajak bagi investor kripto yang memegang aset lebih dari satu tahun. Der Spiegel melaporkan, mengutip coinmarketcap, bahwa kabinet Berlin tengah mengeksplorasi skema "modified taxation on cryptocurrencies", sistem perpajakan kripto yang dimodifikasi, sebagai bagian dari paket reformasi anggaran 2027. Orientasinya jelas: tambah penerimaan negara.
Bukan angka kecil yang dipertaruhkan.
Bertahun-tahun, aturan bebas pajak atas keuntungan kripto jangka panjang menjadikan Jerman salah satu yurisdiksi paling ramah bagi investor aset digital di Eropa. Para holder Bitcoin yang sabar menunggu lebih dari 365 hari tidak perlu menyetor sepeser pun ke kantor pajak, berapa pun besarnya gain. Kebijakan itu, entah kebetulan atau tidak, ikut mendorong Jerman tumbuh menjadi salah satu pasar kripto terbesar di benua biru.
Kini Berlin ingin membalik meja itu.
Reformasi ini bukan kebijakan tunggal yang muncul tiba-tiba. Jerman sedang dihajar tekanan fiskal serius, dan pemerintah koalisi baru tengah memburu sumber-sumber penerimaan tambahan untuk menambal defisit yang kian melebar. Kripto, yang selama ini menikmati perlakuan istimewa, masuk daftar target. Bisa jadi giliran pertama dari sekian sektor yang selama ini luput dari incaran fiskal.
Bagi investor jangka panjang yang sudah nyaman dengan rezim pajak lama, ini pukulan telak. Strategi "buy and hold" yang selama ini bebas konsekuensi fiskal harus dikalkulasi ulang. Sebagian holder kemungkinan memilih eksit sebelum aturan baru berlaku. Sebagian lain, kalau data ini bisa dipercaya, mulai melirik yurisdiksi yang lebih akomodatif.
Pertanyaannya: apakah negara-negara Eropa lain akan ikut bergerak ke arah yang sama? Kalau iya, peta investasi kripto global bisa berubah lebih cepat dari yang diperhitungkan pasar.