RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Kesepakatan Damai AS-Iran Hantam Harga Minyak, Sel...

Finansial

Kesepakatan Damai AS-Iran Hantam Harga Minyak, Selat Hormuz Dibuka

Kesepakatan damai AS-Iran yang dijadwalkan ditandatangani 19 Juni di Swiss membuat pasar komoditas bergejolak, dengan minyak mentah tertekan setelah Trump umumkan pencabutan blokade Selat Hormuz.

Damai AS-Iran Hampir Jadi Angin Lalu karena Ulah Netanyahu

Kabar damai AS-Iran yang meluncur sejak Senin (15/6) langsung menghantam pasar komoditas. Harga minyak mentah tergerus oleh sinyal bearish paling kuat dalam beberapa bulan terakhir, bak katup tekanan yang tiba-tiba dibuka lebar.

Trump mengonfirmasi pencabutan blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz lewat Truth Social. "Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade angkatan laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" tulisnya. Retorika khas Trump, tapi pesannya jelas buat pelaku pasar komoditas.

Penandatanganan resmi MoU Islamabad dijadwalkan berlangsung Jumat, 19 Juni di Swiss. PM Pakistan Shehbaz Sharif, yang pertama mengumumkan kesepakatan ini, menyebut kedua pihak telah menyetujui penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon. Wakil Menlu Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi teks nota kesepahaman sudah diselesaikan. "Komitmen kami akan berlaku mulai hari Jumat," tegasnya.

Bagi pasar energi, implikasinya tidak main-main. Selat Hormuz yang kembali bebas membuka potensi lonjakan suplai dari Iran, negara dengan cadangan minyak termasuk empat besar dunia yang selama bertahun-tahun terbonsai oleh sanksi. Secara teknikal, harga crude oil yang sebelumnya tersanggah sentimen geopolitik kini kehilangan salah satu penopang terbesarnya. Pertanyaannya: berapa dalam koreksi yang akan terjadi?

Emas bergerak ke arah sebaliknya. Logam mulia yang selama ini diuntungkan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah agaknya bakal kena tampar tekanan jual seiring meredanya tensi. Risk appetite pasar yang membaik biasanya tidak bersahabat dengan gold, setidaknya dalam jangka pendek.

Drama sesungguhnya terjadi sebelum tinta mengering. Trump dalam wawancara telepon dengan New York Times pada Minggu (14/6) sore waktu AS menyebut Netanyahu nyaris menggagalkan seluruh kesepakatan ini. Serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut pada Minggu pagi, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya meski gencatan senjata sudah berjalan, disebut Trump "seharusnya tidak terjadi." Netanyahu ia cap sebagai "orang yang sangat sulit", dan bahkan mengklaim dirinya telah menyelamatkan Israel dari ancaman nuklir Iran.

Kritik terbuka Trump terhadap sekutu paling dekat AS di Timur Tengah bukan hal biasa. Pasar mencermatinya. Variabel Israel belum sepenuhnya terprediksi, dan stabilitas kawasan pasca-kesepakatan masih menyimpan banyak tanda tanya.

Tehran memilih framing yang berbeda. Gharibabadi menyebut kesepakatan ini bukan semata hasil diplomasi, melainkan "pencapaian militer" dan kemenangan besar bagi Iran. Narasi yang bertolak belakang dengan versi Washington, tapi bisa jadi keduanya sedang bermain untuk audiens domestik masing-masing. Entah kebetulan atau tidak, dua narasi yang saling berlawanan justru memberi sinyal bahwa kesepakatan ini rapuh di pinggirnya.

Buat investor komoditas lokal, pergerakan crude dan gold dalam sesi-sesi berikutnya layak dicermati ketat. Volatilitas kemungkinan tetap tinggi menjelang 19 Juni. Pasar belum sepenuhnya yakin sebelum tinta benar-benar kering.